Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri, Senin 27 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Edarkan Sabu, Pria Berinisial MR Diamankan Satresnarkoba Polres Bengkalis Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan

Riau

Gubri Jadi Saksi Penyerahan 2 Juta Ha Lahan Sawit dan Taman Nasional ke Negara

badge-check

Gubri Wahid menyaksikan penyerahan kembali penguasaan kawasan hutan dan taman nasional oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kepada negara. (ist) Perbesar

Gubri Wahid menyaksikan penyerahan kembali penguasaan kawasan hutan dan taman nasional oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kepada negara. (ist)

RiauKepri.com, JAKARTA- Gubernur Riau Abdul Wahid menjadi saksi dalam penyerahan kembali penguasaan kawasan hutan dan taman nasional oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) kepada negara, yang digelar di Kantor Kejaksaan Agung RI, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini menandai langkah konkret pemerintah dalam upaya pemulihan lingkungan dan penguatan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

Penyerahan ini ditandai dengan penandatanganan berita acara oleh Jaksa Agung ST Burhanuddin bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Hanif Faisol Nurofiq, serta disaksikan langsung oleh Gubri Abdul Wahid dan sejumlah pihak terkait lainnya. Dalam kesempatan tersebut, Gubri juga turut menandatangani berita acara penguasaan kembali Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) sebagai saksi.

Melansir dari detik.com, Ketua Pelaksana Satgas PKH RI, Febrie Adriansyah, menyampaikan bahwa total luasan kawasan hutan yang telah dikuasai kembali selama dua tahap mencapai 2.092.393,53 hektare. Tahap pertama dilakukan pada Februari-Maret 2025 seluas 1,01 juta hektare di sembilan provinsi, sementara tahap kedua pada April-Juni 2025 seluas 1,07 juta hektare di 12 provinsi.

“Sebagian dari lahan tersebut berupa kebun sawit yang telah diserahkan dan dititipkan kepada PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) untuk dikelola. Total yang sudah diserahkan mencapai 438.866 hektare,” ujar Febrie.

Ia juga menegaskan bahwa kawasan taman nasional yang berhasil dikuasai kembali, seperti Taman Nasional Tesso Nilo dan Taman Nasional Kerinci Seblat, akan menjadi percontohan dalam upaya konservasi nasional. Taman Nasional Kerinci Seblat sendiri merupakan situs warisan dunia UNESCO.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menekankan pentingnya keberadaan Satgas PKH sebagai langkah strategis pemerintah dalam melindungi kawasan hutan dari perambahan ilegal, sekaligus menjaga kepentingan nasional.

“Satgas ini adalah amanat Perpres Nomor 5 Tahun 2025. Tujuannya tidak hanya melindungi lingkungan, tetapi juga berpihak pada kesejahteraan rakyat,” kata Sjafrie.

Ia menambahkan bahwa sawit yang kini dikelola negara akan digunakan sebesar-besarnya untuk kepentingan nasional. Pemerintah, kata dia, berkomitmen menjaga kawasan konservasi strategis demi kelestarian alam dan hayati Indonesia. (Adv)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau