Menu

Mode Gelap
Polda Kepri Pastikan Batam Tetap Aman dan Kondusif Jelang Isu Unjuk Rasa Juli Sosialisasi B2SA di Ulu Maras, Pemprov Kepri Dorong Pemanfaatan Pangan Lokal dan Ketahanan Keluarga STV di Tambelan, Disdukcapil Bintan Terbitkan 589 Dokumen Kependudukan Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 11 Juni 2026: Tanjungpinang dan Batam Berpotensi Hujan Ringan, Wilayah Kepulauan Dominan Cerah Berawan LAMR: Jangan Diamkan Pelanggaran HAM Kepada Masyarakat Adat Bhabinkamtibmas Desa Bantar Panen Cabai Rawit Dukung Ketahanan Pangan

Nasional

IKM Diabaikan, Hendry Munief Usul Pendamping Nasional dan Soroti Anak Muda Ekonomi Kreatif

badge-check


					Hendry Munief, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS. F: Ist Perbesar

Hendry Munief, Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS. F: Ist

JAKARTA — Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Hendry Munief, menyoroti lemahnya perhatian pemerintah terhadap sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM), meski sektor ini terbukti menjadi penopang utama perekonomian nasional.

Dalam wawancara di Kompleks Parlemen Senayan, Selasa (8/7/2025), Hendry mengungkapkan kekecewaannya atas rendahnya alokasi anggaran untuk IKM yang ia nilai tidak sejalan dengan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional yang mencapai 61%.

“IKM dan UMKM adalah tulang punggung ekonomi kita. Tapi anggarannya masih belum memadai,” ujar Hendry dalam program PKS Legislative Report, usai mengikuti Rapat Paripurna DPR RI.

Ia merujuk pada hasil rapat kerja Komisi VII dengan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, yang menurutnya belum memprioritaskan penguatan sektor ini secara serius. Untuk itu, Hendry mengusulkan terobosan baru: pembentukan program pendamping nasional khusus IKM, seperti halnya program Pendamping PKH di bawah Kementerian Sosial.

“Pendamping IKM ini akan menjadi garda depan dalam membina usaha kecil agar lebih terarah dan produktif,” ucapnya.

Tak hanya itu, Hendry juga mendorong kolaborasi lintas kementerian, terutama antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Koperasi dan UKM, guna memperkuat ekosistem IKM secara menyeluruh.

Gagasan ini bukan tanpa tujuan besar. Menurut Hendry, keberpihakan pada IKM dan UMKM merupakan langkah krusial untuk mencapai target ambisius pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% hingga 2029, sebagaimana dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Hendry juga menyoroti pentingnya mengintegrasikan ekonomi kreatif ke dalam strategi pertumbuhan nasional. Ia menekankan bahwa sektor ini, khususnya dari kalangan muda, perlu mendapat perhatian khusus.

“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan baru. Bukan hanya soal angka PDB, tapi soal inovasi dan masa depan anak muda,” tegasnya.

Hendry bahkan mengajak pelaku dari 17 subsektor ekonomi kreatif untuk aktif menyampaikan aspirasi langsung kepada Komisi VII maupun Fraksi PKS, agar kebijakan publik benar-benar mencerminkan kebutuhan nyata di lapangan.

Fraksi PKS, kata Hendry, berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan afirmatif yang berpihak pada IKM dan pelaku ekonomi kreatif—dua sektor yang ia sebut sebagai “pilar masa depan ekonomi Indonesia”. (RK5)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Imigrasi Ajak Jajaran Tinggalkan Praktik Lama dan Kembalikan Kepercayaan Publik

10 Juni 2026 - 14:24 WIB

Ditunda, Penerapan Batas Belanja Pegawai 30% APBD

8 Juni 2026 - 16:37 WIB

Peringatan Tsunami di Indonesia Berakhir, Korban Gempa Filipina Bertambah

8 Juni 2026 - 14:02 WIB

Usai Tes Kesehatan, 36 Siswa Resmi Jadi Penerima Program Kelas Beasiswa PT TIMAH

8 Juni 2026 - 13:51 WIB

Anggota Polda Kepri Nurtakhim, Raih Prestasi Terbaik di Polda Sulsel

8 Juni 2026 - 08:43 WIB

Trending di Nasional