RiauKepri.com, PEKANBARU- Provinsi Riau membara. Pada Ahad (20/7/2025), dikepung 586 titik panas. Sehari sebelumnya titik api hanya sebanyak 259. Artinya, dalam sehari terjadi peningkatan 327 titik api. Akibatnya, kondisi cuaca memburuk, panas terasa sangat perih dan bau asap dirasakan masyarakat di tanah Melayu Lancang Kuning ini.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, menyebutkan bahwa total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 1.208 titik, dengan 586 titik di antaranya berada di Provinsi Riau.
“Hotspot terbanyak terpantau di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 354 titik, disusul Rokan Hulu 142 titik, dan Pelalawan 20 titik,” beber Anggun.
Berikut sebaran titik panas di Riau berdasarkan data BMKG pukul 23.00 WIB:
Rokan Hilir: 354
Rokan Hulu: 142
Pelalawan: 20
Siak: 17
Kampar: 16
Bengkalis & Dumai: masing-masing 15
Kuantan Singingi: 4
Kepulauan Meranti: 2
Indragiri Hulu & Indragiri Hilir: masing-masing 1
Sementara itu, prakiraan cuaca BMKG menyebutkan pagi hari udara kabur dan cerah berawan, dengan hujan ringan di sebagian wilayah Indragiri Hilir. Siang hingga sore hari cerah berawan, dan malam hingga dini hari kembali berpotensi hujan ringan di Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Indragiri Hilir.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir pada pagi dan dini hari.
Suhu udara diprakirakan berada di kisaran 23,0- 35,0°C, kelembapan 45–97 persen, dan angin bertiup dari tenggara ke barat dengan kecepatan 10–30 km/jam.
Sehari sebelumnya, Sabtu (19/7), BMKG Pekanbaru merilis sebanyak 259 hotspot di Provinsi Riau. Kabupaten Rokan Hulu menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak di Riau, yakni 107 titik. Disusul Rokan Hilir 95 titik, Kota Dumai 17, Siak 15, Kampar 10, Pelalawan 7, Bengkalis 5, Kuantan Singingi 2, dan Indragiri Hulu 1 titik.
Dari total tersebut, 42 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi, artinya sudah terkonfirmasi sebagai titik api yang membutuhkan penanganan segera. Sementara 29 titik lainnya berada pada tingkat kepercayaan sedang.
Peningkatan ini menandai ancaman serius Karhutla di Riau pada awal musim kemarau dan berpotensi menimbulkan dampak lintas batas. Apalagi asap Karhutla tersebut terdeteksi bergerak ke arah timur laut dan memasuki wilayah Teluk Kemang, Negeri Sembilan, Malaysia. (RK1)







