Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Tanjungpinang

Perangi Perdagangan Orang, Wali Kota Tanjungpinang Nyatakan Siap Tindak Tegas di Wilayah Perbatasan

badge-check

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, hadiri secara langsung agenda Pengukuhan Gugus Tugas TPPO Tingkat Provinsi Kepulauan Riau. F: Ist Perbesar

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, hadiri secara langsung agenda Pengukuhan Gugus Tugas TPPO Tingkat Provinsi Kepulauan Riau. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG — Ancaman perdagangan orang di wilayah perbatasan kembali menjadi sorotan serius. Dalam upaya memperkuat perlindungan terhadap korban dan mencegah kejahatan lintas negara, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Provinsi Kepulauan Riau resmi dikukuhkan, Senin (21/07/2025), di Balairung Wan Seri Beni, Dompak.

Pengukuhan dilakukan langsung oleh Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, dan dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Kepri serta seluruh kepala daerah se-Kepri, termasuk Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, yang hadir menyatakan komitmen penuh dalam memerangi kejahatan kemanusiaan tersebut.

“TPPO adalah kejahatan lintas negara yang harus kita hadapi bersama. Posisi geografis Kepri yang strategis menjadikannya rawan dijadikan jalur perdagangan orang,” tegas Gubernur Ansar dalam sambutannya.

Menurutnya, sinergi lintas sektor mutlak diperlukan. Ia meminta gugus tugas tidak sekadar menjadi forum seremonial, melainkan bekerja nyata di lapangan dengan sistem terintegrasi yang berkelanjutan.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, menanggapi serius arahan tersebut. Ia menyebut pengukuhan gugus tugas TPPO ini menjadi tonggak penting dalam upaya kolektif melawan perdagangan manusia, terutama di wilayah Tanjungpinang yang berstatus sebagai ibu kota provinsi.

“Kami tidak akan mentolerir praktik perdagangan orang. Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen memperkuat langkah pencegahan di akar rumput, mempercepat pembentukan gugus tugas daerah, serta melibatkan semua unsur masyarakat,” kata Lis dengan tegas.

Ia menyebut, pengawasan terhadap aktivitas ilegal di pelabuhan dan titik-titik rawan akan diperketat, termasuk membangun koordinasi erat dengan kepolisian, imigrasi, serta lembaga perlindungan perempuan dan anak.

“Kota ini harus menjadi tempat yang aman, bukan transit atau tujuan perdagangan orang. Kami akan dorong edukasi masyarakat secara masif dan bentuk sistem pelaporan cepat berbasis komunitas,” tambah Lis.

Langkah ini menandai keseriusan pemerintah dalam menjadikan Kepri, khususnya Tanjungpinang, sebagai barikade pertama melawan jaringan perdagangan orang di wilayah perbatasan. (RK9)

 

Editor : Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepri Guntur Hamonangan Tinjau MPP Tanjungpinang dan KEK Kijang, Pastikan Optimalisasi Layanan Beranda Imigrasi

22 Okt 2026 - 15:10 WIB

Kakanwil Ditjen Imigrasi Kepri Guntur Hamonangan Tinjau MPP Tanjungpinang dan KEK Kijang, Pastikan Optimalisasi Layanan Beranda Imigrasi

Gubernur Ansar Ahmad Jamu PWI Kepri Makan Malam di Pulau Penyengat

20 Okt 2026 - 08:58 WIB

Gubernur Ansar Ahmad Jamu PWI Kepri Makan Malam di Pulau Penyengat

PWI Kepri Hadiahi Gubernur Ansar Ahmad Tanjak Istimewa

20 Okt 2026 - 08:54 WIB

PWI Kepri Hadiahi Gubernur Ansar Ahmad Tanjak Istimewa

Telusuri Jejak Peradaban Melayu, PWI Kepri Sukses Laksanakan Ekspedisi Pulau Penyengat 2026

20 Okt 2026 - 08:51 WIB

Telusuri Jejak Peradaban Melayu, PWI Kepri Sukses Laksanakan Ekspedisi Pulau Penyengat 2026

HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Tanjungpinang Perkuat Kedekatan dengan Masyaraka

19 Okt 2026 - 20:53 WIB

HUT ke-75 Humas Polri, Polresta Tanjungpinang Perkuat Kedekatan dengan Masyaraka
Trending di Tanjungpinang