Menu

Mode Gelap
Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda PSU Perumahan, Fokus Sinkronisasi Regulasi Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla, Ketua DPRD Kota Batam Ikut Tanam Pohon Mustafa Soroti Usulan Perampingan RT, Sebut Bisa Memperhambat Pemekaran Desa Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT Pengungkapan Sabu di Bathin Solapan: Polisi Amankan Pria Berinisial A.T. dengan Barang Bukti 19 Paket Narkotika

Tanjungpinang

Sekolah Rakyat Dibuka di Tanjungpinang, Anak Tak Mampu dan Putus Sekolah Jadi Prioritas

badge-check


					Rapat menselaraskan dan keseragaman informasi terkait penerimaan siswa di Sekolah Rakyat bersama Kepala SD, SMP dan SMA se Kota Tanjungpinang. F: Ist Perbesar

Rapat menselaraskan dan keseragaman informasi terkait penerimaan siswa di Sekolah Rakyat bersama Kepala SD, SMP dan SMA se Kota Tanjungpinang. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang mulai menyusun langkah konkret untuk mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga tidak mampu dan putus sekolah agar kembali mengenyam pendidikan dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memimpin langsung rapat bersama para kepala sekolah dari tingkat SD, SMP hingga SMA se-Kota Tanjungpinang di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Selasa (5/8/2025). Rapat ini bertujuan menyatukan persepsi dan menyusun strategi pendataan siswa yang akan diusulkan ke Sekolah Rakyat.

“Pendataan harus segera dilakukan agar siswa-siswi dari keluarga tidak mampu bisa segera didaftarkan. Kepala sekolah tentu lebih mengetahui kondisi peserta didiknya. Pastikan data akurat dan sesuai kriteria,” ujar Lis.

Lis menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat akan dibangun oleh pemerintah pusat di kawasan Madong, Tanjungpinang, dengan fasilitas lengkap dan seluruh biaya pendidikan ditanggung sepenuhnya. Mulai dari seragam, buku, makan-minum, hingga asrama untuk siswa dan guru.

Untuk tahap awal pada tahun 2025, kuota penerimaan sebanyak 100 peserta didik akan disediakan, yang terdiri dari 50 siswa SD, 25 siswa SMP, dan 25 siswa SMA sederajat.

“Ini kesempatan langka. Semua fasilitas disiapkan negara. Kita harus pastikan yang benar-benar membutuhkan bisa ikut serta,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat, menyebutkan bahwa berdasarkan data saat ini terdapat 9.308 anak yang masuk kategori miskin dan sangat miskin. Mereka inilah yang menjadi sasaran utama program Sekolah Rakyat.

“Program ini menyasar anak-anak yang belum pernah atau sudah berhenti sekolah karena kondisi ekonomi. Usia maksimal peserta dibatasi, yakni 12 tahun untuk SD, 15 tahun untuk SMP, dan 18 tahun untuk SMA,” jelas Zulhidayat.

Lebih lanjut, Zulhidayat menyampaikan bahwa para orang tua siswa Sekolah Rakyat juga akan masuk dalam database prioritas penerima bantuan sosial dari pemerintah. Ini termasuk potensi menerima bantuan rumah sejahtera terpadu dan program kesejahteraan lainnya.

“Pemerintah pusat ingin tidak hanya memuliakan siswa melalui pendidikan, tetapi juga mendukung kehidupan keluarga mereka. Orang tua siswa Sekolah Rakyat akan mendapat prioritas dalam program bantuan pemerintah ke depan,” pungkasnya. (RK9)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Bea Dan Cukai Bersama Satnarkoba Polresta Tanjungpinang Berhasil Menangkap Pasutri Kasus Peredaran Narkotika Jaringan Internasional dengan berat 2,7 Kg.

21 April 2026 - 12:54 WIB

Rantha Fauzi Sembiring Bantah Tuduhan Pinjaman Proyek Pemko

19 April 2026 - 16:56 WIB

Trending di Tanjungpinang