Menu

Mode Gelap
Sapma IPK Riau Berbagi Takjil, Tumbuhkan Kepedulian dan Kebersamaan Ramadan Dirlantas Polda Kepri Tinjau Pos Ops Ketupat Seligi di Karimun, Pastikan Arus Mudik Aman dan Lancar BRK Syariah Gandeng Dharma Wanita Gelar Bazar Sembako Murah untuk Warga Mentangor Alhamdulillah, Dibayar Tanpa Utang, THR ASN Siak 100% dan TPP Berasal Dari APBD Permudah Melintas Pemca Pujud dan Perusahan Aktif Perbaiki Jalan Lintas Yang Rusak Ing H Iskandarsyah Hadiri Pelantikan 2 Komisariat HMI Karimun

Tanjungpinang

Mahasiswa Kepri Gedor DPRD: Selamatkan Indonesia dari Krisis

badge-check


					Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan, Aliansi Bem se-Tanjungpinang- Bintan, dan Kelompok Cipayung Plus Kepri unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kepri. F: Ist Perbesar

Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan, Aliansi Bem se-Tanjungpinang- Bintan, dan Kelompok Cipayung Plus Kepri unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kepri. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Suasana depan Gedung DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) di Dompak, Kota Tanjungpinang, mendadak ramai pada Senin (1/9/2025) siang. Ratusan mahasiswa dari berbagai organisasi kampus turun ke jalan dalam aksi bertajuk “Kepri Menggugat Selamatkan Indonesia”.

Aliansi Mahasiswa Tanjungpinang-Bintan, Aliansi BEM se-Tanjungpinang-Bintan, dan Kelompok Cipayung Plus Kepri menjadi motor utama gerakan tersebut. Mereka berkumpul sejak pukul 13.30 WIB, lengkap dengan pengeras suara, bendera, serta atribut aksi lainnya.

Dengan mengenakan jas almamater beragam warna, mahasiswa berbaur dalam barisan massa yang juga diikuti oleh para aktivis perempuan. Sepanjang orasi, yel-yel perjuangan terus digaungkan, menandai semangat kritis kaum muda yang menuntut perubahan.

Meski aksi berlangsung di tengah terik, para mahasiswa tak surut. Mereka bergantian menyampaikan aspirasi dengan lantang di depan pagar gedung wakil rakyat. Teriakan mereka menggema: DPRD harus berani bersuara demi kepentingan rakyat, bukan sekadar menjadi penonton.

Sejumlah tuntutan disuarakan, mulai dari kritik terhadap kebijakan pusat hingga desakan agar DPRD Kepri lebih tegas menyuarakan kepentingan daerah. “Kami hadir bukan sekadar berdemo, tapi membawa suara rakyat yang terhimpit,” seru salah seorang orator.

Di lokasi, puluhan aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP tampak berjaga ketat. Mereka membentuk barikade untuk memastikan jalannya aksi tetap aman. Aparat dilengkapi perlengkapan pengamanan standar, sementara media lokal sibuk meliput momen tersebut.

Hingga sore, belum ada satu pun anggota DPRD Kepri yang keluar menemui massa. Kondisi ini sempat memicu kekecewaan mahasiswa, meski aksi tetap berlangsung tertib. “Kalau hari ini tak ada yang mendengar, berarti wakil rakyat sedang absen dari nurani rakyat,” ujar seorang demonstran.

Aksi ini menjadi penanda bahwa mahasiswa Kepri masih memegang teguh peran sebagai penyambung lidah rakyat. Mereka menegaskan, perjuangan tidak akan berhenti hanya di depan gedung dewan, melainkan akan terus berlanjut hingga aspirasi mereka mendapat jawaban nyata. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Nyanyang Haris Pratamura Cek Kesiapan Mudik Lebaran di Pelabuhan SBP

15 Maret 2026 - 20:42 WIB

Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya

15 Maret 2026 - 14:03 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus PPAD Kepri Bersama Panti Asuhan AL Ibris dan Serahkan Bantuan Sembako

13 Maret 2026 - 21:14 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Ansar-Nyanyang, Perkuat Sinergi Pusat & Daerah, Perkokoh Fondasi Kepri Maju, Makmur dan Merata

13 Maret 2026 - 19:36 WIB

Manager Lava Cheese Akui Angka Pembulatan Sudah Terprogram di Sistem

11 Maret 2026 - 17:07 WIB

Trending di Tanjungpinang