Menu

Mode Gelap
Gedung Baru Polsek Rangsang Barat Diresmikan, Tingkatkan Pelayanan kepada Masyarakat Terasi Ketapang Permai Dongkrak Perekonomian Masyarakat Pesisir Pagar Camp Rusak, Bocah Tewas Diterkam Harimau Sumatera di Pelalawan Satresnarkoba Polres Bengkalis Bongkar Jaringan Narkoba, Sita 8 Paket Besar Sabu dan Ekstasi Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 10 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Tanjungpinang, Batam hingga Natuna Jembatan Merah Putih Presisi Tahap II Di Resmikan Polres Meranti Bukti Nyata Bakti Polri Untuk Masyarakat

Pekanbaru

Merajut Harmoni di Bumi Lancang Kuning, Perbedaan Menjadi Pelita

badge-check

Gubernur Riau, Abdul Wahid Perbesar

Gubernur Riau, Abdul Wahid

RiauKepri.con, PEKANBARU– Di tengah riuhnya hiruk-pikuk pembangunan, ada sesuatu yang tak kasat mata tapi begitu terasa di Provinsi Riau, kehangatan dalam keberagaman. Di Taman Rekreasi Alam Mayang, Ahad pagi yang cerah tak hanya menjadi saksi pelantikan pengurus DPW Generasi Muda Pujakesuma Riau, tetapi juga perayaan atas sesuatu yang lebih besar, persaudaraan lintas suku yang hidup dan tumbuh di bumi Lancang Kuning.

Melayu, Jawa, Minang, Batak, hingga suku-suku lainnya, hidup berdampingan, bukan hanya saling menghormati, tapi juga saling menguatkan. Inilah wajah Riau hari ini, mozaik budaya yang justru menjadi kekuatan dalam membangun masa depan bersama.

Bagi Gubernur Riau, Abdul Wahid, kekompakan lintas etnis ini bukan sekadar simbol, melainkan fondasi yang kokoh bagi kemajuan daerah. “Saya lihat bahwa ini sungguh luar biasa. Kekompakan kita adalah kekuatan kita,” ucapnya, menatap antusiasme ratusan warga yang hadir dari berbagai penjuru provinsi.

Gubernur Wahid menekankan pentingnya peran paguyuban tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sumber cahaya bagi masyarakat sekitarnya. Ia mengutip petuah Melayu. “Hidup jangan menyusahkan, tapi jadi suluh agar cahaya tak pernah padam,” katanya.

Pesannya jelas, keberadaan paguyuban dan organisasi masyarakat harus memberi manfaat nyata. Bukan hanya menjaga warisan budaya, tapi juga menjadi jembatan antara pemerintah dan rakyat, antara tradisi dan kemajuan.

Di tengah dunia yang makin terpolarisasi, Riau memberi pelajaran berharga, bahwa keberagaman bukan alasan untuk terpecah, melainkan peluang untuk saling mengisi. Dan selama semangat gotong royong itu menyala, cahaya harmoni tak akan pernah padam di tanah ini. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Tuntutan 8,5 Tahun Menghampiri Abdul Wahid, Ruang Sidang Berlanjut ke Pledoi

9 Juli 2026 - 13:20 WIB

Bersaing dengan Kampus se-Riau, Mahasiswa Unilak Sabet Tiga Gelar Juara Peksimida 2026

9 Juli 2026 - 10:20 WIB

Unilak Kukuhkan Prestasi, Rebut Juara Umum II di Liga Talenta Mahasiswa LLDIKTI XVII

8 Juli 2026 - 10:30 WIB

BRK Syariah dan Wakaf Warrior Hadirkan CWLD, Wujudkan Wakaf Produktif untuk Pengadaan Alat Kesehatan di Batam

7 Juli 2026 - 18:19 WIB

Bawa Direktur BSP Temui Arwin AS, Bupati Afni: Minta Doa Orang Tua yang Berjasa

7 Juli 2026 - 16:59 WIB

Trending di Pekanbaru