Menu

Otomatis
Breaking News

Meranti

Negatif Cacar Monyet, Santri Kepulauan Meranti Tetap Tinggalkan Duka

badge-check

Hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa BS dan seorang santri lainnya, Zu (17), tidak terinfeksi virus Mpox. F; Ist Perbesar

Hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa BS dan seorang santri lainnya, Zu (17), tidak terinfeksi virus Mpox. F; Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU– Dinas Kesehatan Provinsi Riau memastikan dua santri asal Kabupaten Kepulauan Meranti yang sempat dicurigai terinfeksi cacar monyet (Monkeypox/Mpox), dinyatakan negatif. Namun, kabar ini datang setelah satu dari mereka, BS (13), meninggal dunia.

Hasil laboratorium dari Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI menyatakan bahwa BS dan seorang santri lainnya, Zu (17), tidak terinfeksi virus Mpox. Kepastian itu disampaikan oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Riau, Ns Widodo, pada Selasa (24/9/2025).

“Ya, kita sudah mendapatkan hasil pemeriksaan dari Kemenkes kemarin. Hasilnya, kedua warga Kepulauan Meranti atas nama BS dan Zu dinyatakan negatif virus Mpox,” kata Widodo.

Kabar duka datang dari BS, seorang santri berusia 13 tahun. Ia sempat mengalami demam pada 12 September di pondok pesantrennya, disusul ruam merah yang berkembang menjadi lesi di sekujur tubuh. Kondisinya memburuk hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Kepulauan Meranti pada 17 September. Namun, tiga hari kemudian, pada 20 September, BS meninggal dunia.

Sementara itu, Zu yang sempat dirawat di rumah sakit telah dinyatakan pulih dan kembali ke pesantren.

“Keduanya yang kami ambil sampelnya. Sedangkan 17 santri lainnya yang sempat melakukan kontak erat hanya menjalani isolasi mandiri dan tetap dipantau,” ujar Widodo.

Meski diliputi kekhawatiran, aktivitas pondok pesantren tempat para santri menuntut ilmu tetap berjalan normal. Hanya santri yang melakukan kontak erat dengan BS yang diisolasi.

“Pesantren tetap buka. Yang kontak saja yang kita isolasi dan diawasi oleh Dinas Kesehatan. Namun kita harus tetap waspada, terutama saat berkontak dengan orang asing atau orang baru di lingkungan kita,” tutup Widodo.

Kepergian BS menyisakan duka mendalam di lingkungan pesantren. Meski hasil laboratorium menyatakan ia negatif cacar monyet, kekhawatiran dan trauma masih membekas di hati teman-teman seangkatannya. Kini, pihak kesehatan daerah tengah menyelidiki penyebab pasti kematian BS, sembari terus memantau kesehatan para santri lainnya. (RK/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Dua Hari Menghilang, Danposal Selatpanjang: Empat Metode Pencarian Sudah Dilakukan

4 Sep 2026 - 18:00 WIB

Dua Hari Menghilang, Danposal Selatpanjang: Empat Metode Pencarian Sudah Dilakukan

Terima Ada Kecelakan Laut, Tim SAR Gabungan Respon Cepat 

4 Sep 2026 - 12:15 WIB

Terima Ada Kecelakan Laut, Tim SAR Gabungan Respon Cepat 

Bhabinkamtibmas Cek Budidaya Lele P2B Bumdes Desa Batin Suir, Dukung Ketahanan Pangan

4 Sep 2026 - 11:53 WIB

Bhabinkamtibmas Cek Budidaya Lele P2B Bumdes Desa Batin Suir, Dukung Ketahanan Pangan

Prestasi Gemilang Datang Dari Polres Meranti

3 Sep 2026 - 19:20 WIB

Prestasi Gemilang Datang Dari Polres Meranti

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota

3 Sep 2026 - 14:10 WIB

Polsek Tebingtinggi, Pengecekan Lahan Jagung Pipil Dukung Ketahanan Pangan di Selatpanjang Kota
Trending di Meranti