RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau mencatat, pada September 2025 wilayah Kepri mengalami inflasi year on year (y-on-y) sebesar 2,70 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,19.
Kepala BPS Provinsi Kepulauan Riau, Dr. Margaretha Ari Anggorowati, S.Kom., M.T., menjelaskan bahwa inflasi tersebut menunjukkan adanya kenaikan harga barang dan jasa secara umum dibandingkan September tahun lalu.
“Inflasi di Kepri masih terkendali dan berada dalam kisaran yang moderat. Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan harga antara lain bahan makanan, transportasi, dan perumahan,” ujarnya dalam rilis resmi BPS, Rabu (1/10/2025).
Secara wilayah, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Karimun sebesar 2,91 persen dengan IHK 108,57, disusul Kota Batam sebesar 2,82 persen dengan IHK 109,67. Sementara itu, inflasi terendah terjadi di Kota Tanjungpinang sebesar 1,82 persen dengan IHK 106,65.
Dari sisi bulanan (month to month/m-to-m), tingkat inflasi Kepri pada September 2025 tercatat sebesar 0,64 persen, naik dibanding bulan sebelumnya karena peningkatan IHK dari 108,50 pada Agustus menjadi 109,19 pada September. Adapun inflasi year to date (y-to-d) atau kumulatif sepanjang Januari–September 2025 mencapai 1,71 persen.
BPS mencatat bahwa pengendalian harga dan pasokan bahan pangan strategis perlu terus diperkuat untuk menjaga kestabilan inflasi menjelang akhir tahun, terutama menjelang periode liburan dan Natal. (RK9)












