RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Kota Tanjungpinang terus memperkuat komitmen menciptakan birokrasi yang bersih dan berintegritas melalui kegiatan Sosialisasi ASN Bersih, Bebas Narkoba dan Pinjol, serta ASN Cerdas, Sehat dan Produktif, Jumat (24/10/2025).
Kegiatan tersebut digelar secara serentak di berbagai lokasi seperti Setdako Tanjungpinang, Setwan, BKPSDM, dan DLH, melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemko Tanjungpinang.
Dalam sosialisasi ini, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dan berperan sebagai narasumber bersama Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Wali Kota Raja Ariza, dan Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang.
Wali Kota Lis Darmansyah dalam arahannya menegaskan bahwa ASN memiliki tanggung jawab moral dan sosial yang tinggi sebagai pelayan publik, sehingga wajib menjaga citra positif dan menjauh dari perilaku yang dapat mencoreng nama baik institusi pemerintahan.
“ASN itu wajah pemerintah. Jika mereka bersih, maka citra birokrasi juga akan bersih. Karena itu, kita harus bersama-sama menolak narkoba dan menjauhi pinjaman online ilegal yang bisa merusak karier dan mental ASN,” tegas Lis.
Menurutnya, keberadaan ASN berakhlak menjadi pondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. ASN yang jujur, disiplin, dan bertanggung jawab akan menjadi teladan dalam melayani masyarakat dengan sepenuh hati.
Lebih lanjut, Lis juga mengingatkan ASN untuk lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi agar tidak terjerat pinjaman daring ilegal. Ia menekankan bahwa ketidakdisiplinan finansial bisa berimbas pada penurunan kinerja dan menimbulkan tekanan psikologis yang memengaruhi produktivitas kerja.
“Pinjol ilegal bukan hanya masalah ekonomi, tapi juga masalah etika dan integritas. ASN harus mampu menjadi contoh dalam menata keuangan dengan cerdas dan terukur,” ujar Lis di hadapan peserta sosialisasi di Kantor Setdako Tanjungpinang.
Wali Kota juga menjelaskan, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah konkret Pemko Tanjungpinang untuk memperkuat budaya kerja yang bersih, sehat, dan produktif, sekaligus membentengi ASN dari pengaruh negatif yang semakin marak di era digital.
“Kami ingin ASN Tanjungpinang tidak hanya unggul dalam kompetensi, tetapi juga memiliki karakter kuat dan etika tinggi. Ini adalah modal dasar membangun pemerintahan yang kredibel dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.
Di tempat terpisah, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza yang menjadi narasumber di BKPSDM menekankan pentingnya pemahaman ASN terhadap dampak hukum dan sosial dari penyalahgunaan narkoba maupun keterlibatan dalam pinjaman ilegal.
“ASN harus memahami bukan hanya larangan, tapi juga alasan moral dan hukum di baliknya. Narkoba dan pinjol ilegal merusak tatanan sosial dan bisa menjerumuskan siapa saja jika tidak berhati-hati,” ujar Raja Ariza.
Ia menambahkan, sosialisasi ini juga menjadi momentum pembinaan internal yang berkelanjutan untuk membangun ASN yang lebih adaptif, sehat jasmani dan rohani, serta mampu menghadapi tantangan digitalisasi dengan bijak.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diberi kesempatan berdialog langsung dengan narasumber dari unsur Forkopimda. Diskusi berlangsung dinamis, membahas berbagai permasalahan nyata yang sering dihadapi ASN, termasuk cara melaporkan kasus pinjol ilegal dan menghindari jebakan digital.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Pemko Tanjungpinang berharap tercipta ekosistem kerja ASN yang sehat dan berintegritas tinggi. Melalui sinergi antara pemerintah dan Forkopimda, Tanjungpinang berkomitmen menjadi kota dengan aparatur yang bersih, berakhlak, dan profesional. (RK9)







