Menu

Mode Gelap
Pansus DPRD Kota Batam Finalisasi Ranperda LAM, Siap Dibawa ke Paripurna Pansus DPRD Batam Matangkan Ranperda PSU Perumahan, Fokus Sinkronisasi Regulasi Hadiri Peresmian Kantor Zona Bakamla, Ketua DPRD Kota Batam Ikut Tanam Pohon Mustafa Soroti Usulan Perampingan RT, Sebut Bisa Memperhambat Pemekaran Desa Ketua Karang Taruna Kota Batam Kunjungi Pengurus Nasional Karang Taruna di Sekretariat PNKT Pengungkapan Sabu di Bathin Solapan: Polisi Amankan Pria Berinisial A.T. dengan Barang Bukti 19 Paket Narkotika

Tanjungpinang

BPS Kepri Fokus Pemetaan Daya Saing Usaha Lewat Sensus Ekonomi 2026

badge-check


					Kegiatan penandatanganan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak. F: Ist Perbesar

Kegiatan penandatanganan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 di Aula Wan Seri Beni, Dompak. F: Ist

RiauKeproi.com, TANJUNGPINANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan pentingnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing usaha dan memperjelas arah kebijakan pembangunan ekonomi daerah.

Kepala BPS Kepri, Margaretha Ari Anggorowati, menyampaikan bahwa Kepri memiliki potensi besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, dengan capaian pertumbuhan mencapai 7,12 persen pada triwulan II tahun 2025 — tertinggi di Pulau Sumatera dan peringkat ketiga secara nasional.

“Pertumbuhan yang tinggi ini menunjukkan daya saing Kepri yang kuat. Melalui Sensus Ekonomi 2026, kami ingin memetakan lebih dalam struktur dan dinamika perekonomian daerah agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan,” ujar Margaretha dalam kegiatan penandatanganan komitmen bersama menyukseskan Sensus Ekonomi 2026, di Aula Wan Seri Beni, Dompak, Senin (3/11/2025).

Margaretha menjelaskan, SE2026 akan menjadi dasar penting dalam memahami kontribusi sektor usaha, termasuk UMKM, terhadap perekonomian nasional, serta memetakan penerapan ekonomi digital dan hijau di tengah tantangan global.

Ia menambahkan, SE2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang dilakukan BPS, setelah sebelumnya dilaksanakan pada 1986, 1996, 2006, dan 2016, sesuai amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.

“Data hasil sensus nanti akan memberikan gambaran komprehensif mengenai kekuatan dan tantangan dunia usaha di Kepri. Ini sangat penting bagi pemerintah daerah untuk menyusun kebijakan berbasis data,” jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap pelaksanaan SE2026. Menurutnya, data ekonomi yang akurat menjadi fondasi bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang efektif dan berkelanjutan.

“Kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar kuat dalam merancang kebijakan dan menentukan intervensi strategis di berbagai sektor,” ujar Ansar.

Dengan pelaksanaan SE2026, BPS Kepri berharap tercipta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dalam memperkuat struktur ekonomi daerah menuju Kepri yang tangguh, berdaya saing, dan adaptif terhadap perubahan global. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eks DPRD Tanjungpinang Minta Perlindungan Usai Diancam

23 April 2026 - 17:27 WIB

Ansar Ahmad Bahas Kawasan Bebas Bintan–Karimun di Metro TV

23 April 2026 - 14:19 WIB

Ancaman Pembunuhan Dilaporkan, Polisi Diminta Bertindak Cepat

22 April 2026 - 14:56 WIB

Bea Dan Cukai Bersama Satnarkoba Polresta Tanjungpinang Berhasil Menangkap Pasutri Kasus Peredaran Narkotika Jaringan Internasional dengan berat 2,7 Kg.

21 April 2026 - 12:54 WIB

Rantha Fauzi Sembiring Bantah Tuduhan Pinjaman Proyek Pemko

19 April 2026 - 16:56 WIB

Trending di Tanjungpinang