RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) melaksanakan kegiatan Sosialisasi Aplikasi “ARSULA”, sebuah inovasi digital berbasis Augmented Reality (AR) yang dirancang untuk mendukung revitalisasi koleksi Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Kegiatan ini merupakan bagian dari Hibah Internal Pemberdayaan Masyarakat Kepulauan 2025 dan didukung oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Tanjungpinang.
Aplikasi ARSULA (Augmented Reality Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah) dikembangkan untuk memberikan pengalaman baru yang lebih interaktif bagi pengunjung museum. Melalui AR, koleksi museum dapat divisualisasikan dalam bentuk tiga dimensi, menampilkan informasi kontekstual, animasi, hingga rekonstruksi artefak yang tidak lagi utuh.
Ketua tim PKM, Fortia Magfira, M.Kom., menjelaskan bahwa ARSULA dibangun untuk menjawab tantangan era digital dalam sektor kebudayaan.
“Melalui ARSULA, kami ingin menjadikan museum sebagai ruang belajar yang lebih menarik dan inklusif. Teknologi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan generasi muda dengan sejarah dan identitas budaya Melayu,” ujarnya.
Menurutnya, digitalisasi koleksi bukan hanya memperkaya pengalaman pengunjung, tetapi juga menjadi strategi proteksi jangka panjang terhadap artefak-artefak yang rentan rusak akibat usia.
Ketua Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Siti Umi Muslimah, S.IP., MM., menyampaikan apresiasi terhadap upaya UMRAH dalam mendukung modernisasi museum.
“Inovasi ini sangat kami sambut baik. ARSULA membantu kami memperkenalkan koleksi museum dengan cara yang lebih menarik, terutama bagi pelajar dan wisatawan. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berkembang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pemanfaatan teknologi digital adalah langkah strategis untuk meningkatkan minat kunjungan dan memperkuat museum sebagai pusat edukasi sejarah dan kebudayaan di Tanjungpinang.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, para pengelola museum dilatih untuk menggunakan aplikasi ARSULA dalam kegiatan edukasi, pemanduan wisata, dan promosi museum. Harapannya, ARSULA dapat menjadi model inovasi yang dapat diterapkan pada museum-museum lain di Kepulauan Riau.
UMRAH berharap kehadiran ARSULA tidak hanya memperkuat fungsi museum dalam menyampaikan sejarah lokal, tetapi juga membuka peluang penelitian dan pengembangan teknologi budaya di masa mendatang. (*)







