RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kondisi perekonomian Kota Tanjungpinang yang kian melemah hingga akhir 2025 mendorong berbagai elemen untuk berkumpul dan mencari jalan keluar bersama. Merespons situasi tersebut, sebuah gerakan yang diberi nama “Ruang Diskusi, Mencari Solusi” akan menggelar Forum Diskusi Publik (FGD) bertema “Strategi Bangkitkan Perekonomian Tanjungpinang” pada Sabtu, 20 Desember 2025, di Hotel Pelangi KM 7 Tanjungpinang.
Kelesuan ekonomi dinilai bukan lagi sekadar gejala sementara. Minimnya kunjungan wisatawan, belum terlihatnya investasi baru, lesunya aktivitas perdagangan, hingga melemahnya daya beli masyarakat akibat tekanan inflasi bahan pokok menjadi persoalan yang saling berkaitan. Di lapangan, kondisi tersebut tercermin dari banyaknya ruko kosong di pusat kota serta aktivitas pujasera yang kerap buka-tutup.
Direktur Pelaksana kegiatan, Suhardi, menilai situasi tersebut perlu disikapi secara jernih dan kolektif, bukan dengan saling menyalahkan. “Forum ini kami inisiasi sebagai ruang diskusi terbuka untuk mengurai persoalan ekonomi secara objektif dan mencari solusi yang bisa dijalankan bersama,” ujarnya, Selasa (16/12/2025).
Menurut Suhardi, Tanjungpinang sejatinya masih memiliki modal besar untuk bangkit, mulai dari posisi geografis yang strategis, potensi pariwisata dan budaya, hingga sumber daya manusia yang kreatif. Namun tanpa arah kebijakan yang jelas dan keberanian mengambil langkah, potensi tersebut berisiko terus tergerus oleh stagnasi ekonomi.
Untuk memperkaya pembahasan, FGD ini akan menghadirkan sejumlah narasumber lintas sektor, di antaranya Wali Kota Tanjungpinang H. Lisdarmansyah, Kepala BP Tanjungpinang Cokky Wijaya Saputra, Bobby Jayanto anggota DPRD Kepri, Akademisi Umrah Wahyu Eko, Asita Kepri Safril Sembiring, Ketua MTI Kepri Syaiful SE,serta Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepulauan Riau Hasan.
Direktur Operasional kegiatan, Moel Achyar, menjelaskan bahwa diskusi dirancang tidak berhenti pada pemetaan masalah semata. “Kami ingin forum ini melahirkan rumusan yang konkret dan aplikatif. Semua peserta diberi ruang setara untuk menyampaikan pandangan, kritik, dan pengalaman lapangan,” katanya.
Sementara itu, Syaiful, selaku penanggung jawab kegiatan sekaligus Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemulihan ekonomi daerah. “Pemulihan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat harus bergerak bersama agar denyut ekonomi Tanjungpinang kembali hidup,” ujarnya.
Diskusi ini juga melibatkan perwakilan organisasi perangkat daerah, pelaku UMKM, pedagang pasar, asosiasi distributor, tokoh adat dan budayawan, insan pers, hingga perwakilan mahasiswa. Seluruh peserta akan didorong aktif menyampaikan pendapat dan gagasan sebagai bagian dari upaya merumuskan arah baru pembangunan ekonomi daerah.
Melalui forum yang digagas Ruang Diskusi, Mencari Solusi ini, panitia berharap lahir rekomendasi strategis yang dapat ditindaklanjuti oleh para pemangku kebijakan. Dengan kepemimpinan yang kuat dan gerakan kolektif lintas sektor, Tanjungpinang diharapkan mampu keluar dari tekanan ekonomi dan kembali bergerak menuju pemulihan yang berkelanjutan. (*)







