Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Siak

Bupati Siak: Bela Negara Kini Dimulai dari Disiplin dan Pelayanan yang Tulus

badge-check


					Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, saat menyampaikan pesan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Kandis. (Foto: ist). Perbesar

Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, saat menyampaikan pesan terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas Kandis. (Foto: ist).

RiauKepri.com, SIAK- Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, menegaskan bahwa makna bela negara di masa kini tidak lagi identik dengan mengangkat senjata atau berperang di medan tempur. Hal itu disampaikannya saat menjadi pembina upacara peringatan Hari Ibu dan Hari Bela Negara di Kantor Camat Kandis, Senin (22/12/2025).

Menurut Afni, bela negara saat ini diwujudkan melalui tanggung jawab dan kinerja aparatur negara dalam menjalankan tugas sehari-hari. Dia menekankan agar aparatur sipil negara (ASN) tidak bekerja secara asal-asalan karena dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat.

“Bela negara sekarang ini adalah bekerja dengan sungguh-sungguh. Kalau kita kerja asal-asalan, masyarakat akan melihat dan merasakan dampaknya,” ungkap Afni.

Afni menambahkan, bentuk nyata bela negara adalah kemampuan aparatur untuk segera menangani dan menyelesaikan persoalan yang ada di depan mata tanpa menunda-nunda.

Mantan wartawan itu juga menekankan pentingnya disiplin sebagai karakter dasar aparatur negara.
“Disiplin itu bukan sekadar aturan, tapi karakter dan harus menjadi budaya dalam diri kita,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Afni juga menyoroti pelayanan kesehatan. Ia mengaku masih menerima banyak laporan dari masyarakat terkait pelayanan di puskesmas dan rumah sakit. Menurutnya, jika keterbatasan obat terjadi, maka sikap dan pelayanan yang ramah menjadi hal utama.
“Obat pertama untuk masyarakat itu adalah senyum. Layani dengan baik, buat mereka nyaman, itu juga bagian dari penyembuhan,” katanya.

Terkait pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP), Afni menegaskan agar kebijakan tersebut tidak dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. “Kalau marah karena TPP dipotong, marahlah kepada saya, jangan lampiaskan ke masyarakat. Kebijakan ini saya ambil karena kondisi keuangan daerah sedang defisit, demi Siak yang lebih baik ke depan,” tegas Afni.

Afni menyampaikan
komitmennya untuk membawa Kabupaten Siak ke arah yang lebih baik selama masa kepemimpinannya yang masih tersisa sekitar empat setengah tahun ke depan. (RK1)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia

16 Januari 2026 - 20:43 WIB

Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan

15 Januari 2026 - 21:26 WIB

Bupati Siak Resmikan SPBU DODO Mini Milik Koperasi Rimba Mutiara, Pertama di Riau

14 Januari 2026 - 21:11 WIB

Hangatnya Kenduri Apam di Siak: Merajut Doa, Budaya, dan Kasih Sayang untuk Anak Yatim

14 Januari 2026 - 11:04 WIB

Pemkab Siak Kukuhkan SOTK Baru, Terjadi Mutasi Demi Kelancaran Pembayaran Gaji ASN

13 Januari 2026 - 17:24 WIB

Trending di Pekanbaru