RiauKepri.com, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menggelar Festival Perang Air sebagai agenda budaya dan pariwisata unggulan. Kegiatan tahunan tersebut akan dipusatkan di Selatpanjang dan berlangsung selama hampir sepekan, mulai 17 hingga 22 Februari 2026.
Festival Perang Air merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Kepulauan Meranti yang melambangkan kegembiraan, kebersamaan, serta upaya mempererat silaturahmi. Seiring perkembangan zaman, pelaksanaannya dikemas lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.
Berdasarkan jadwal panitia, kegiatan utama Festival Perang Air akan berlangsung setiap hari pada pukul 14.00 hingga 17.00 WIB. Selain itu, berbagai agenda pendukung turut disiapkan untuk memeriahkan suasana Kota Selatpanjang selama festival berlangsung.
Salah satu agenda unggulan adalah Perang Air Night Carnival yang akan digelar pada 20–22 Februari 2026 mulai pukul 21.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menampilkan pawai malam dan hiburan rakyat bernuansa khas Meranti, yang diharapkan menjadi daya tarik bagi wisatawan, khususnya dari luar daerah.
Panitia juga menghadirkan Bazar Kuliner selama 17–22 Februari 2026 yang menyuguhkan aneka makanan khas Kepulauan Meranti. Sementara itu, agenda Seribu Cangkir Kopi dijadwalkan berlangsung pada 21 Februari 2026 mulai pukul 22.00 WIB. Bagi pencinta fotografi, Photography Contest akan digelar pada 17–20 Februari 2026 untuk mengabadikan momen-momen terbaik selama festival.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap Festival Perang Air tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan serta menggerakkan perekonomian lokal, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Panitia mengingatkan masyarakat bahwa jadwal kegiatan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi resmi akan diumumkan melalui akun media sosial serta laman resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Meranti.
Tahun ini, Festival Perang Air Kepulauan Meranti resmi masuk dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 berdasarkan Keputusan Menteri Pariwisata Nomor SK/2/HK.01.02/MP/2026 yang ditetapkan pada 12 Januari 2026. Penetapan tersebut menjadikan Festival Perang Air sebagai bagian dari kalender promosi pariwisata nasional.
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kepulauan Meranti, Syaiful, menyebut masuknya Festival Perang Air ke dalam KEN 2026 sebagai peluang besar untuk memperluas promosi budaya daerah.
“Festival Perang Air ini bukan sekadar hiburan, tetapi sudah menjadi identitas budaya masyarakat Selatpanjang. Masuk KEN berarti tradisi kita memiliki daya tarik nasional,”ujarnya, Jumat (6/2/2026).
Menurut Syaiful, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah teknis, mulai dari pembentukan panitia lokal, koordinasi lintas instansi, hingga peningkatan kesiapan pelaku usaha pariwisata. Fokus utama adalah memastikan festival berlangsung aman, bersih, dan ramah lingkungan.
Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharuddin, turut mengapresiasi penetapan tersebut. Ia berharap Festival Perang Air terus berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami, festival ini tidak hanya mengangkat nama daerah, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat dan meninggalkan kesan positif bagi wisatawan,” ujarnya.
Festival Perang Air dikenal sebagai tradisi permainan air massal yang digelar di ruas-ruas jalan utama Selatpanjang dalam rangkaian perayaan Imlek. Ribuan warga dan wisatawan biasanya terlibat langsung, menjadikan Selatpanjang sebagai pusat keramaian sekaligus perputaran ekonomi di wilayah pesisir Riau.(RK12).







