RiauKepri.com, SIAK – Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyoroti momen haru saat seekor anak gajah berhasil dievakuasi akibat terperosok septic tank dan dikembalikan ke kawanannya di Desa Rantau Bertuah, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.
Menurut Afni, terdapat isyarat yang dinilai sebagai bentuk “ucapan terima kasih” dari induk gajah kepada warga dan petugas setelah proses penyelamatan selesai.
“Ketika anaknya dilepaskan, telinganya tidak mengeras. Biasanya kalau mengeras itu tanda gajah marah. Tapi ini dia mengibas-ngibaskan telinganya dengan lembut, mungkin itu sinyal berterima kasih kepada warga karena anaknya bisa kembali ke induknya,” ujar Afni.
Bupati perempuan pertama di Siak itu menjelaskan, saat anak gajah dikembalikan, kawanan tampak menunggu di sekitar lokasi. Begitu evakuasi selesai, induknya langsung mendekat dan melindungi anaknya sebelum kembali bergerak bersama kelompoknya.
Afni menilai peristiwa tersebut menjadi pembelajaran penting bahwa gajah memiliki insting perlindungan yang kuat layaknya manusia.
“Mudah-mudahan kejadian ini menjadi pembelajaran buat kita semua bahwa gajah juga punya insting seperti manusia. Gajah itu tidak mengganggu kalau tidak diganggu, biasanya hanya melintas saja,” kata mantan wartawan itu.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 13 ekor gajah sumatra mengamuk di mes karyawan PT Arara Abadi di Desa Rantau Bertuah, Ahad (22/2/2026) pagi. Amukan itu dipicu seekor anak gajah yang terperosok ke dalam septic tank di sekitar lokasi.
Akibat kejadian tersebut, lima petak rumah karyawan dilaporkan hancur. Sejumlah sepeda motor milik karyawan juga dipijak-pijak hingga mengalami kerusakan berat.
Setelah anak gajah berusia sekitar satu bulan itu berhasil dievakuasi, situasi berangsur kondusif dan kawanan kembali bergerak meninggalkan kawasan permukiman. (RK1)







