Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 22 Juli 2026: Hujan Ringan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah, Masyarakat Diimbau Tetap Waspada Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau Gas Metana: Pembelajaran Berharga dari Ledakan di Grand Polonia Medan Polsek Mandau Ungkap Kasus Penyalahgunaan Ekstasi, Dua Terduga Diamankan Dukung Program P4GN Persiapan Porprov Riau 2027, KONI dan Disporapar Meranti Mulai Matangkan Persiapan Polsek Bantan Siapkan Lahan Ketahanan Pangan, Gandeng Kelompok Tani Milenial Tanam Jagung Pipil

Riau

Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak Ikuti Pelatihan Kompetensi Calon Guru di BGTK Riau

badge-check

Mahasisa PBM FIB Unilak bersama Kepala BGTK Provinsi Riau, Dekan , dan dosen PBM Perbesar

Mahasisa PBM FIB Unilak bersama Kepala BGTK Provinsi Riau, Dekan , dan dosen PBM

RiauKepri.com, PEKANBARU – Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu, Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Lancang Kuning (Unilak), mengikuti pelatihan bertajuk “Penguatan Kompetensi Pedagogik dan Profesionalisme Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu sebagai Calon Guru Muatan Lokal Budaya Melayu Riau” di Klinik Edukasi Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Riau.

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, 19–21 Juli 2026, ini bertujuan membekali mahasiswa dengan kompetensi pedagogik dan profesional sebagai calon guru muatan lokal Budaya Melayu Riau. Kegiatan ditutup secara resmi oleh Dekan FIB Unilak, Dr. Mohd. Fauzi, S.S., M.Hum., bersama Kepala BGTK Provinsi Riau, Reisky Bestary, M.Pd (Selasa, 21/7/2026).

Dalam sambutannya, Reisky Bestary berharap pelatihan tersebut dapat memberikan bekal yang kuat bagi mahasiswa sebelum terjun ke dunia pendidikan.

“Mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu nantinya akan mengabdikan diri sebagai guru di tengah masyarakat. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir guru-guru yang kompeten, menguasai bidang keilmuan, serta mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran yang terus berkembang,” ujarnya.

Selama pelatihan, peserta memperoleh berbagai materi, mulai dari pembelajaran mendalam (deep learning), pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam pembelajaran, hingga perancangan pembelajaran yang bermakna.

Menurut Reisky, seluruh materi disampaikan oleh para pakar di lingkungan BGTK Provinsi Riau yang memiliki pengalaman dalam peningkatan kompetensi guru.

“Materi diberikan oleh para Widyaiswara dan Pengembang Teknologi Pembelajaran yang selama ini juga menjadi narasumber bagi guru-guru di Provinsi Riau,” katanya.

Sementara itu, Dekan FIB Unilak, Dr. Mohd. Fauzi, S.S., M.Hum., menyampaikan apresiasi kepada BGTK Provinsi Riau atas kesempatan yang diberikan kepada mahasiswa Pendidikan Bahasa Melayu.

“Ilmu yang diperoleh melalui pelatihan ini sangat berharga. Semoga dapat melengkapi pengalaman yang belum sepenuhnya didapatkan di ruang kuliah. Terlebih, BGTK merupakan lembaga yang selalu mengikuti perkembangan terbaru di bidang pendidikan dan tenaga kependidikan,” ungkapnya.

Salah seorang peserta, Elsa Dwiyanti, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman belajar yang berbeda karena tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik secara langsung.

“Selama tiga hari kami tidak hanya mendapatkan materi, tetapi juga dibimbing untuk mempraktikkan berbagai strategi pembelajaran. Pengalaman ini membuat kami lebih percaya diri untuk menjadi guru di masa depan,” tuturnya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari bidang Widyaiswara, yaitu Tri Hastuti, M.Pd., Intan Shanderi, M.Pd., dan Ahmad Naufal Umam, M.Pd. Sementara materi teknologi pembelajaran disampaikan oleh Robby Shandri, S.Kom., M.Pd., Tessa Silvani, S.Pd., dan Ananda Nadya Syah Putri, S.Psi.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak, Deni Afriadi, S.Pd., M.Sn., menjelaskan bahwa pelatihan ini menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) yang akan berlangsung pada Agustus hingga Oktober 2026.

“Mereka merupakan angkatan pertama Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak. Kami berharap pelatihan ini menjadi modal untuk meningkatkan kualitas mereka sehingga mampu menjadi barometer mutu lulusan program studi yang berdiri sejak tahun 2023 ini,” kata Deni.

Turut hadir dan memberikan dukungan dalam acara penutupan pelatihan tersebut sejumlah dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Melayu FIB Unilak, yakni Siswanto, M.Pd., Yulia Nelfita, M.Pd., dan Aris Yulantomo, M.Pd. Dari pihak BGTK Provinsi Riau, kegiatan penutupan juga dihadiri oleh Sesi Suswanti, M.Pd., Ketua Bidang Kemitraan dan Fasilitasi BGTK Provinsi Riau. (RK2)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Empat Daerah di Riau Tuntas Bayar Gaji dan TPP ke-13, Siak Masuk Daftar Meski Dihimpit Tekanan Fiskal

20 Juli 2026 - 15:33 WIB

Lantaklah!

19 Juli 2026 - 07:00 WIB

Belalai Kuasa

18 Juli 2026 - 05:55 WIB

MUI Sesalkan Kericuhan DPRD, Minta Kembali ke Adab Melayu

17 Juli 2026 - 20:45 WIB

Ditpolairud Polda Riau Gelar Program JALUR di Inhil, Bagikan Paket Sembako dan Bibit Pohon untuk Masyarakat Pesisir

17 Juli 2026 - 19:32 WIB

Trending di Riau