Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Siak

Teliti Jejak Kerajaan Siak, Pemuda Asal Mempura Raih Penghargaan dari Pemkab

badge-check

Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyerahkan penghargaan kepada Alfo Rahmatul Ikhfar. (Foto: ist) Perbesar

Wakil Bupati Siak Syamsurizal menyerahkan penghargaan kepada Alfo Rahmatul Ikhfar. (Foto: ist)

RiauKepri.com, SIAK — Kecintaannya terhadap sejarah dan budaya lokal mengantarkan Alfo Rahmatul Ikhfar (25), pemuda asal Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, meraih penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Siak sebagai pemuda berprestasi di bidang arkeologi.

Penghargaan tersebut diserahkan Wakil Bupati Siak Syamsurizal seusai upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Siak di halaman Kantor Bupati Siak, Rabu (28/10/2026) pagi.

Alfo mendapat penghargaan berkat kiprahnya menelusuri jejak peninggalan Kerajaan Siak Sri Indrapura. Bersama komunitas arkeolog, ia melakukan riset terhadap peninggalan sejarah, baik berupa benda maupun struktur yang diduga berkaitan dengan kehidupan masa lalu kerajaan.

Dari penelitian tersebut, tim menemukan sejumlah artefak di kawasan Sungai Mempura, di antaranya fragmen tembikar, keramik, dan gerabah. Mereka juga menemukan gundukan tanah yang diduga merupakan struktur pagar kuno. Temuan-temuan itu menjadi bagian dari upaya menelusuri jejak tapak istana kedua Kerajaan Siak.

Alfo mengatakan, ketertarikannya terhadap sejarah berawal dari keinginannya memahami warisan budaya daerah tempat ia dibesarkan.

“Sebagai anak Melayu yang besar di Siak, sayang rasanya jika tidak mengetahui kebudayaan, sejarah, dan khazanah Kesultanan Siak,” kata Alfo.

Ia mengapresiasi penghargaan yang diberikan pemerintah daerah. Menurut dia, penghargaan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap masyarakat yang peduli pada pelestarian sejarah dan budaya.

Pada momentum Hari Sumpah Pemuda, Alfo mengajak generasi muda, khususnya di Kabupaten Siak, untuk tidak melupakan sejarah di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Menurut dia, mempelajari sejarah bukan sekadar memahami masa lalu, melainkan juga menjadi bekal untuk membangun masa depan yang lebih baik.

“Generasi muda bukan hanya pewaris masa depan, tetapi juga penjaga warisan masa lalu,” ujarnya.

Alfo berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam penelitian dan pelestarian sejarah daerah agar identitas budaya tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kronologis Ibu Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandung yang Polisi di Riau

27 Okt 2026 - 14:08 WIB

Kronologis Ibu Tewas Diduga Dibunuh Anak Kandung yang Polisi di Riau

Ibu 64 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah, Anak Kandung yang Polisi di Siak Diduga Terlibat

27 Okt 2026 - 13:44 WIB

Ibu 64 Tahun Ditemukan Tewas di Rumah, Anak Kandung yang Polisi di Siak Diduga Terlibat

Kinerja BSP Terjaga, Keuangan Tetap Positif, Produksi Lampaui Target APBN dan Perkuat Strategi Keberlanjutan Operasi

26 Okt 2026 - 16:35 WIB

Kinerja BSP Terjaga, Keuangan Tetap Positif, Produksi Lampaui Target APBN dan Perkuat Strategi Keberlanjutan Operasi

Siak Dideklarasikan Jadi Kabupaten Santri, 8 Ribu Santri Ikuti Upacara di Depan Istana

24 Okt 2026 - 19:47 WIB

Siak Dideklarasikan Jadi Kabupaten Santri, 8 Ribu Santri Ikuti Upacara di Depan Istana

Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak

24 Okt 2026 - 13:14 WIB

Ribuan Santri Ikut Doakan Negara Mampu Bayar Utang ke Siak
Trending di Siak