RiauKepri.com, PEKANBARU– Di balik triliunan rupiah investasi yang masuk ke Provinsi Riau, ada harapan puluhan ribu orang untuk mendapatkan pekerjaan dan memperbaiki kehidupan keluarga. Sepanjang Januari hingga September 2026, realisasi investasi di Bumi Lancang Kuning mencapai Rp47,91 triliun dan berhasil menyerap 41.632 tenaga kerja Indonesia.
Capaian tersebut menjadi gambaran bahwa investasi tidak hanya berbicara tentang modal dan pembangunan usaha, tetapi juga peluang bagi masyarakat untuk memperoleh penghasilan. Mulai dari memenuhi kebutuhan rumah tangga hingga menyekolahkan anak, pekerjaan menjadi salah satu manfaat yang dinantikan masyarakat dari pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Riau, Vera Angelika O.K., S.T., M.T., mengatakan realisasi investasi tersebut telah mencapai 66,09 persen dari target tahun 2026 sebesar Rp72,5 triliun.
“Realisasi investasi Provinsi Riau secara kumulatif Januari hingga September 2026 mencapai Rp47,91 triliun, terdiri dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp37,70 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp10,21 triliun,” demikian keterangan tertulis DPMPTSP Riau, Rabu (28/10/2026).
Pada Triwulan III atau periode Juli hingga September 2026 saja, investasi yang masuk mencapai Rp14,83 triliun. Dari jumlah tersebut, PMDN menyumbang Rp12,54 triliun, sedangkan PMA sebesar Rp2,29 triliun. Investasi pada periode ini menyerap 16.197 tenaga kerja Indonesia.
Dari sisi persebaran wilayah, Kota Pekanbaru menjadi penyumbang investasi terbesar selama Januari–September 2026 dengan nilai Rp9,28 triliun atau 19,37 persen dari total realisasi. Posisi berikutnya ditempati Kota Dumai sebesar Rp8,34 triliun, Kabupaten Kampar Rp7,41 triliun, Kabupaten Bengkalis Rp5,19 triliun, dan Kabupaten Pelalawan Rp5,15 triliun.
Sementara itu, sektor kehutanan menjadi penyumbang investasi terbesar. Sektor lain yang turut mendominasi adalah transportasi, pergudangan dan telekomunikasi; industri makanan; tanaman pangan, perkebunan dan peternakan; serta perumahan, kawasan industri dan perkantoran.
Secara nasional, realisasi investasi Riau menempati peringkat ke-11. Di tingkat Sumatera, Riau berada pada posisi kedua untuk investasi gabungan PMDN dan PMA, sekaligus menempati peringkat pertama di Sumatera untuk realisasi PMDN.
Meski demikian, pemerintah daerah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memastikan capaian investasi terus meningkat sekaligus menghasilkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. Hasil evaluasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Triwulan III mencatat laporan investasi senilai Rp4,7 triliun dari 7.037 proyek dikembalikan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM untuk diperbaiki.
Pengembalian tersebut berkaitan dengan penyempurnaan data dan dokumen pendukung, ketidaksesuaian pengisian laporan, serta kebutuhan klarifikasi terhadap komponen investasi yang dilaporkan. DPMPTSP Riau telah berkoordinasi dengan kementerian dan DPMPTSP kabupaten/kota untuk mengidentifikasi perusahaan, mendampingi perbaikan laporan, serta mengonfirmasi rencana realisasi investasi pada Triwulan IV.
Di sisi lain, Pemprov Riau juga menyiapkan IMT-GT Trade Fair & Investment – Riau Expo 2026 sebagai sarana promosi peluang investasi kepada calon investor, khususnya dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap pertemuan antara pemilik proyek dan calon investor dapat berlanjut menjadi kerja sama serta realisasi investasi.
Bagi masyarakat, keberhasilan investasi pada akhirnya tidak cukup diukur dari besarnya angka yang tercatat. Lebih dari itu, investasi diharapkan membuka kesempatan kerja yang nyata, meningkatkan pendapatan keluarga, dan memberikan nilai tambah bagi potensi daerah.
Karena itu, menjelang akhir 2026, Pemprov Riau berupaya mendorong peningkatan realisasi investasi sekaligus memperbaiki kualitas pelaporan. Harapannya, setiap peluang usaha yang berkembang di Riau dapat memberikan dampak yang semakin terasa bagi masyarakat, terutama mereka yang masih menunggu kesempatan untuk bekerja dan meningkatkan kesejahteraan keluarganya. (RK1)












