Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Pekanbaru

Dua Minggu Diburu Polda Riau, Jejak Sabu 35 Kg Berujung ke Pengendali di Negeri Seberang

badge-check

Konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan internasional . (Foto: ist) Perbesar

Konferensi pers pengungkapan tindak pidana narkotika jaringan internasional . (Foto: ist)

RiauKepri.com, PEKANBARU– Operasi Sarang Narkoba yang digelar Polda Riau membuka jejak panjang peredaran narkotika lintas provinsi. Dari sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Bengkalis, penyelidikan selama dua pekan mengantarkan polisi menelusuri jaringan hingga ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

Di balik penangkapan lima tersangka itu, polisi menyita 35 kilogram sabu yang diduga menjadi bagian dari jaringan peredaran narkotika internasional.

Pengungkapan bermula pada Rabu (21/10/2026), ketika Tim Opsnal Subdit I Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau menangkap MZH (24) dan WA (23) di sebuah SPBU di Kabupaten Bengkalis. Keduanya diduga berperan membawa atau menguasai narkotika tersebut sebelum diedarkan kepada pihak berikutnya.

Saat digeledah, petugas menemukan 35 bungkus besar sabu dengan berat kotor mencapai 35.000 gram atau 35 kilogram. Polisi juga menyita sabu tambahan seberat 7,4 gram.

Namun, penangkapan di Bengkalis bukanlah akhir penyelidikan. Tim yang dipimpin Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Riau, Kompol Herman Pelani, terus menelusuri aliran barang haram tersebut untuk mengungkap pihak-pihak yang diduga berada di balik distribusinya.

Pada hari yang sama, polisi kembali menangkap SL (38) di Kabupaten Kampar dan JA (51) di Kota Pekanbaru. Keduanya diduga berperan sebagai penerima narkotika dari MZH dan WA.

Pengembangan kemudian bergerak melintasi provinsi. Pada Jumat (23/10/2026), petugas menangkap SD (39) di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Ia diduga memiliki peran lebih besar, yakni sebagai pengendali sekaligus pemesan narkotika dari luar negeri.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Putu Yudha Prawira, mengungkapkan bahwa SD diduga mengatur jalur distribusi narkotika dari kawasan pantai sebelum diteruskan melalui jalur darat.
“Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku dikendalikan oleh seorang pengendali utama di negeri seberang,” kata Putu, Selasa (27/10/2026).

Pengakuan tersebut mengindikasikan bahwa jaringan yang terungkap tidak berhenti pada lima tersangka yang telah ditangkap. Polisi masih perlu menelusuri lebih jauh sosok pengendali utama yang disebut berada di luar negeri, sekaligus memastikan jalur masuk dan distribusi narkotika tersebut.

Selain 35 kilogram sabu dan tambahan 7,4 gram, petugas menyita empat unit telepon seluler, satu sepeda motor, dua mobil, serta satu komputer tablet yang diduga berkaitan dengan aktivitas para tersangka.

Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, menegaskan pengungkapan itu merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kepolisian untuk memutus jalur masuk narkotika dari luar negeri, terutama melalui kawasan pesisir Riau.

“Pengungkapan besar ini merupakan komitmen berkelanjutan Polda Riau dalam memberantas jaringan peredaran gelap narkotika, khususnya yang memanfaatkan wilayah pesisir Riau sebagai jalur masuk barang haram dari luar negeri,” ujar Arman.

Dari Bengkalis hingga Payakumbuh, penyelidikan ini memperlihatkan bagaimana satu penangkapan dapat membuka rangkaian dugaan keterlibatan sejumlah orang dalam distribusi narkotika. Kini, tantangan berikutnya bagi polisi adalah menelusuri aliran jaringan tersebut hingga ke pengendali utama yang diduga berada di luar negeri. (RK/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

BRK Syariah Dukung Hutan.ID Fest 2026, Fasilitasi Promosi UMKM Nasabah

27 Okt 2026 - 12:35 WIB

BRK Syariah Dukung Hutan.ID Fest 2026, Fasilitasi Promosi UMKM Nasabah

BRK Syariah Dukung Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di BIK 2026 Riau

27 Okt 2026 - 07:36 WIB

BRK Syariah Dukung Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan di BIK 2026 Riau

Bahas Pengembangan Candi Muara Takus, LAMR Tekankan Pelibatan Masyarakat dan Kesejahteraan Warga

24 Okt 2026 - 18:27 WIB

Bahas Pengembangan Candi Muara Takus, LAMR Tekankan Pelibatan Masyarakat dan Kesejahteraan Warga

Loye Tekak

24 Okt 2026 - 09:32 WIB

Loye Tekak

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki

21 Okt 2026 - 11:38 WIB

Video Afni yang Ditakedown Sudah Kembali, Pengamat Singgung Oligarki
Trending di Pekanbaru