RiauKepri.com, SIAK— Suasana haru menyelimuti pelepasan Kontingen Kwartir Cabang (Kwarcab) 09 Gerakan Pramuka Siak menuju Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Ruang Raja Indra Pahlawan, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, Sungai Mempura, Senin (10/8/2026).
Bupati Siak Afni Z tidak hanya melepas 33 anggota kontingen, tetapi juga membagikan kisah yang menghubungkan masa lalu dan masa kini. Di hadapan para peserta, ia mengenang momen 25 tahun silam ketika dirinya berangkat sebagai peserta Jambore Nasional pertama dari Kabupaten Siak.
“Dua puluh lima tahun yang lalu, saya dipilih khusus oleh Bupati Siak saat itu, Bapak Arwin AS, untuk berangkat Jambore Nasional tahun 2001 di Baturaden, Jawa Tengah. Itu merupakan kontingen Jambore Nasional perdana dari Kabupaten Siak. Qadarallah-nya, hari ini saya pula yang melepas kontingen Kwarcab Siak pada Jambore Nasional 2026 di Cibubur, Jakarta,” ujar Afni.
Cerita itu membuat pelepasan kontingen terasa lebih bermakna. Dari seorang anggota Pramuka yang ditempa melalui kegiatan Jambore, Afni kini berdiri sebagai Bupati Siak yang mengantarkan generasi baru menuju panggung nasional.
Dalam arahannya, Afni meminta seluruh peserta menjaga semangat kepramukaan dan membawa nama baik Siak. Ia berulang kali menyampaikan pesan “keep the spirit” kepada para penggalang yang akan mengikuti Jamnas.
“Tumbuhlah tunas menjadi kelapa. Pemberi manfaat bagi semua. Salam Pramuka!” pesannya.
Ketua Kwarcab 09 Gerakan Pramuka Siak Mahadar mengatakan Jamnas XII Tahun 2026 akan berlangsung pada 13–20 Agustus 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur.
Kontingen Siak berjumlah 33 orang yang terdiri dari dua regu putra, dua regu putri, tiga pembina pendamping, dan satu pimpinan kontingen cabang.
Menurut Mahadar, seluruh peserta merupakan hasil seleksi dari Kwartir Ranting se-Kabupaten Siak dan telah mengikuti pemusatan latihan secara intensif.
Mereka dibekali materi mental, fisik, seni budaya daerah, serta keterampilan kepramukaan sebelum diberangkatkan ke Cibubur.
Kontingen juga diperkuat oleh perwakilan Satuan Komunitas (SAKO) Pandu Ma’arif NU yang berasal dari Ponpes Miftahul Qur’an Kerinci Kanan, Ponpes Jabal Nur Kandis, dan Ponpes Hidayatul Mubtadiin Sabak Auh.
Bagi Afni, keberangkatan kontingen tahun ini bukan sekadar agenda seremonial. Momen itu menjadi pengingat bahwa sebuah perjalanan yang dimulai dari tenda perkemahan dapat membuka jalan menuju pengabdian yang lebih besar bagi daerah. (RK1/*)











