Oleh Tiara Aulya Putri
Aku kira hubungan pertemanan kita ibaratkan sebuah tali, yang semakin terikat semakin erat. Nyatanya tidak, hubungan pertemanan kita justru seperti benang yang semakin terikat semakin rapuh untuk putus.
Malam itu, tepatnya di hari Rabu. Disitu lah semua rasa kekecewaan ku bermula. Dimana kamu yang aku anggap sebagai teman terbaikku justru lebih memilih pergi bersama pria yang baru saja kau kenal.
Yang dimana aku merasa sangat kecewa karena satu perbuatanmu. Sampai membalas pesan atau menjawab panggilan mu pun aku enggan. Aku hanya bisa merenungi nasibku dalam diam.
Didalam sebuah kamar….
“Tin, Gue mau pergi bareng miko nih” ucap Mirna kepada Tini seraya merapikan rambutnya di cermin.
“Yakin Lo mau pergi sama miko? Mendingan gausah pergi deh” ucap Tini halus melarang Mirna agar tidak jadi pergi bersama Miko.
“ Lo mah gitu gaasik! Mending Lo pergi juga sama gue biar Lo tau kalau miko ga sebrengsek yang Lo kira” tutur Mirna.
“Males gue” tolak Tini mentah mentah.
“Giliran Lo kemaren jalan sama kafi gue temenin, masa iya Lo gamau nemenin gue jalan sama miko” sindir mirna mencoba merayu Tini agar mau ikut bersamanya.
“Kalau Lo gamau oke gue aja yang pergi bareng Miko” ucap Mirna seraya berbasa-basi.
“Yaudah deh gue ikut” pasrah Tini.
Tini dan Mirna akhirnya memutuskan untuk pergi ke cafe tempat perencanaan pertemuan yang telah direncanakan oleh mirna dan Miko.
Diperjalanan menuju ke cafe, Miko tak sengaja berpapasan dengan Mirna dan Tini.
Mirna memberhentikan motor nya, Miko lalu menghampiri mirna dan Tini.
“Apasih mir, ngapain coba Lo bawa bawa dia ikut sama kita!” Bentak Miko merasa tak senang jika orang lain ikut dalam acara date mereka.
Mirna tak menjawab perkataan Miko, disatu sisi ia juga tidak menginginkan Tini untuk ikut bersama mereka malam ini.
Merasa tak dihargai oleh miko, Tini merasa tersinggung. Lalu ia memilih untuk pergi meninggalkan Mirna dan Miko yang tampak saling terdiam satu sama lain. Melihat Tini pergi begitu saja Mirna tampak tak acuh, ia tetap memilih untuk melanjutkan acara date nya bersama Miko kekasihnya.
Mulai saat itu hati Tini menjadi teriris. Luka,pilu, sendu semua berkecamuk di hati Tini, ia tak menyangka ternyata Mirna lebih memilih Miko dibandingkan dengan dirinya. Kekecewaan Tini terhadap Mirna tidak bisa ia utarakan lewat kata kata. Kali ini Mirna benar benar telah melukai hati Tini.
Tiara Aulya Putri adalah mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, UNILAK







