Menu

Mode Gelap
Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia Prakiraan Cuaca Kepri, Ahad 26 Juli 2026: Mayoritas Wilayah Berawan, Hujan Ringan Berpotensi Terjadi di Sejumlah Daerah Reses di Jemaja Timur, Ismeth Abdullah Tegaskan Aspirasi Masyarakat Akan Diperjuangkan ke Pusat

Pekanbaru

Wapres Ikut Viralkan Aura Farming, Bupati Kuansing Dorong Semaraknya Pacu Jalur

badge-check

Dr. H. Suhardiman Amby, MM Perbesar

Dr. H. Suhardiman Amby, MM

RiauKepri.com, PEKANBARU– Tarian khas Pacu Jalur dari Kuantan Singingi, Riau, yang dikenal sebagai “Aura Farming” mendadak mendunia setelah video seorang bocah kelas V SD bernama Rayyan Arkan Dikha, viral di media sosial.

Aksi Dikha, yang berjoget di ujung sampan saat lomba Pacu Jalur, kini menjadi tantangan digital global. Bahkan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, turut meramaikan tren tersebut. Dalam unggahan di akun Instagram dan TikTok-nya.

Gibran menari ala Dikha dengan latar lagu “Young Black and Rich” oleh Melly Mike. Video berdurasi 15 detik itu diberi judul “Pacu Jalur Mendunia” disertai visual bendera merah putih.

“Siapa sangka dari tepian Kuantan Singingi, Riau, semangat Pacu Jalur bisa mengalir hingga jagat digital dunia. Inil kekuatan diplomasi budaya di era digital,” tulis Gibran.

Unggahan tersebut langsung menyedot perhatian netizen. Di TikTok, video tersebut ditonton puluhan ribu kali. Mendapat lebih dari 43 ribu likes, 1.384 komentar dan dibagikan sebanyak 2.096 kali.

Pemerhati Budayawan Riau, Taufik Hidayat menyebut, ini petanda baik bagi promosi budaya Riau tidak hanya di luar negeri, tapi juga di dalam negeri. Apa yang dilakukan Rayyan bersama jalur kampungnya itu, bukanlah setingan sejak awal. Tapi ketinggian kultur seni melalui budaya pacu jalur.

Tapi kenapa baru sekarang, tidak dari era digital menguasai dunia kultur itu mendunia? Menurut Taufik, yang lebih dikenal dengan panggilan, Atan Lasak, itu banyak faktornya. Antara lain, karena makin seringnya pacu jalur diadakan. Bahkan saat ini sudah diadakan perlombaan antar rayon di Kuantan Singingi.

Bahkan empat tahun terakhir, dibawah kepemimpinan Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, pacu jalur makin pesat dan meriah. Bahkan sejak tradisi maelo jalur, melayur jalur, bupati ikut dan seakan tak pernah berhenti dari waktu ke waktu.

“Ini juga yang membuat pacu jalur semakin hebat dan mendunia. Promosinya gak pernah berhenti, perlombaannya semakin meningkat, pemerintah mendukung dan akar budaya desa menjadi kekuatan perlombaan,” tegas Atan Lasak.

Ke depan, lanjutnya, dukungan ini tidak boleh berhenti. Harus terus dipertahankan. “Budaya tidak boleh mati. Karena dengan Budaya ini, ciri khas kebangsaan bisa bertahan,” tambah Atan.

Viralnya video Rayyan Arkan, juga menjadi bahan tulisan yang dibaca banyak orang di seluruh Indonesia. Beberapa penulis terkenal seperti berlomba-lomba mengangkat Pacu Jalur Kuansing. Diantaranya Ketua Satupena (Persatuan Penulis Indonesia) Kalimantan Barat, Rosadi Jamani.

Kata Rosadi dari Pontianak, budak kecik ini, membuat PSG dan AC Milan yang biasanya sibuk dengan gol dan glamor, kini justru mencari pencerahan spiritual dari perahu kayu. Selebrasi gol mereka sudah bukan Cristiano Ronaldo-style. Sekarang, tangan ke atas, kepala goyang, mata menatap takdir, gaya Rayyan.

Travis Kelce, pria kekar NFL itu mengunggah video touchdown-nya dengan gerakan Rayyan yang disisipkan di tengah, seolah-olah berkata, “Aku besar di NFL, tapi aura-ku dari Sungai Kuantan.”

“KSI, rapper dengan jutaan fans, joget dengan gaya Rayyan di TikTok. Dunia tenggelam dalam euforia Rayyanisme. TikTok berubah jadi madrasah aura, Instagram jadi musala ekspresi diri, dan Facebook ya, tetap Facebook, tapi sekarang lebih Melayu,” tulis Rosadi.

Menurut Taufik Hidayat, fenomena ini menjadi contoh kuat bagaimana budaya lokal Indonesia bisa menembus batas global lewat media sosial. Pemerintah daerah Riau dan Kementerian Pariwisata disebut tengah menyiapkan kampanye promosi berbasis tren ini. (RK5)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Pemprov Riau Percepat Implementasi SP2D Online, Pembayaran Gaji ASN Kini Lebih Cepat

25 Juli 2026 - 07:20 WIB

BRK Syariah Gelar Tarbiyah Ruhiyah untuk Perkuat Spirit Kerja Pegawai

24 Juli 2026 - 20:11 WIB

Anak Siak Juara, Logo HUT ke-69 Riau Resmi Terpilih

24 Juli 2026 - 13:46 WIB

Usai MoU soal Kesehatan dan Pupuk, SPR Teken Kesepakatan Distribusi Minyak Goreng

24 Juli 2026 - 06:33 WIB

Trending di Pekanbaru