Aslinya bernama Lubisman. Tapi orang lebih mengenalnya namanya Bapak SAGIRO.
“Sapaan Sagiro itu sudah mendunia,” katanya tersenyum memulai carita.
Pria yang mengaku penggemar berat sinetron si Doel Anak Sekolahan kini tinggal di Teratak Air Hitam. Tepatnya di Desa Koto Parik, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau.
Sagiro sebenarnya adalah nama groub randai yang berdiri pada 2004. Namun nama “Sagiro” melekat kepada dirinya.
Dalam lakon randai itu Lubis berperan sebagai “Bapak” Sagiro. Sedangkan ibu Sagiro atau istrinya Mided. Punya anak Jondri dan Wulan.
“Di randai Sagiro kami itu ibarat keluaga besar. Layaknya “Sinetron si Doel Anak Betawi” itu,” katanya serius tapi santai.
Lalu siapa tokoh idolanya di sinetron arahan Rano Karno itu, Lubisman langsung menjawab: Benjamin Sueb.
Menurutnya Randai Sagiro sudah mentas di pelbagai tempat di Indonesia. Termasuk di suku pedalaman Talang di Indragiri Hulu. Dengan lakon yang disesuaikan dengan kondisi zaman now.
Di antaranya: Bapak Sagiro Punya Istri Dua, Bapak Sagiro Main Judi, Bapak Sagiro Terciduk Janda Kembang, Bapak Sagiro Cinta Segitiga, Tolak Jatuh Cerai Tak Jadi, dan lainnya.
“Orang bilang saya bintangnya. Padahal saya biasa-biasa saja,” katanya santai.
Pria kelahiran Muaro Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau 1967 mengaku hidupnya tak bisa dipisahkan dengan randai. Sebab randai sudah mengantarkan ke mana-mana.
.. Mengantarkan anaknya meraih sarjana.
… Mengantarkan ditinya meraih pameran utama terbaik pentas seni Riau 2007.
… Mengantarnya ke pelbagai pelosok di seluuh Indonesia.
Apakah tidak tertarik menggeluti dendang? Lagi-lagi dia tersenyum. Untuk sementara waktu belum, entah kalau suatu saat nanti.
Ditanya honor saat tampil randai, Bapak Sugiro hanya berkata. “Kami tak pernah menetapkan berapa tarif kami setiap tampil. Yang ngundang pahamlah ”
“Tapi………. uang sawerannya itu lho….. ,” ujarnya seraya menyebut angka tapi bukan untuk ditulis.
Ayah empat anak ini menjalani hobinya ini dengan santai dan penuh ceria. Dia juga bertekad mengembangkan randai ini selagi masih diberikan kepercayaan oleh masyarakat dan pemerintah daerah.
“Kami bukan sekedar berandai. Dalam cerita yang kami tampilkan juga penuh dengan kritik sosial yang sifatnya membangun,” ujarnya.
Menurutnya di Kuantan Singingi hampir setiap desa punya randai. Namun yang eksis di antaranya adalah Ali Baba yang dipimpin Kirit dan Suparmi di Kopah. Sarinam yang dipimpin Iyuang di Koto Teratak Air Hitam.
Lalu apa keinginannya yang belum tercapai. “Keinginan itu hanya dalam mimpi. Saya bermimpi bersama adik saya Sinar Riau dan pasangan duetnya Pak Mang main sinetron dan tampil di televisi.”
Semoga mimpi itu jadi kenyataan.
*) Penulis: Sahabat Jang Itam








