RiauKepri.com, BATAM – Pemerintah Kota Batam menegaskan komitmennya dalam memperkuat kemitraan strategis dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI), khususnya dalam menjaga harmoni keagamaan dan mendorong pembangunan umat. Hal itu disampaikan Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat menghadiri Tasyakuran Milad ke-50 MUI di Kantor Wali Kota Batam, Jumat (1/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri jajaran pengurus MUI Kota Batam, tokoh agama lintas ormas, serta undangan dari berbagai elemen masyarakat. Dalam sambutannya, Amsakar menyampaikan bahwa peran MUI sebagai penjaga nilai moral dan spiritual bangsa sangat penting, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“MUI bukan hanya lembaga keulamaan, tapi mitra strategis dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan keumatan. Pemerintah butuh pandangan yang jernih dan bijak dari para ulama untuk memastikan arah kebijakan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur,” ujar Amsakar.
Ia mengapresiasi berbagai inisiatif MUI, baik dalam pendidikan keagamaan, penyuluhan, hingga respons terhadap isu-isu aktual di masyarakat. Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa MUI aktif tidak hanya dalam ranah keagamaan, tetapi juga sosial dan kebangsaan.
“Petuah dari MUI menjadi referensi penting dalam pengambilan keputusan. Kami selalu terbuka untuk berdiskusi dan menyerap saran-saran konstruktif dari MUI demi kemaslahatan bersama,” tambahnya.
Amsakar juga menyatakan dukungan penuh terhadap program-program MUI yang mendukung terwujudnya masyarakat religius, toleran, dan berkeadaban.
“Kami percaya, sinergi yang kuat antara pemerintah dan MUI adalah kunci untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat karakter masyarakat Batam,” tutupnya.
Dengan semangat milad ke-50, MUI diharapkan terus mengokohkan peran sentralnya sebagai jembatan antara nilai-nilai agama dan dinamika kehidupan modern, demi membangun masyarakat yang beriman dan berilmu. (RK6)
Editor: Dana Asmara







