“HIDUP-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
ITULAH salah satu adagium hidup yang diwasiatkan pendiri Persyarikatan Muhamadiyah KH Ahmad Dahlan. Adagium ini teraktualisasi dalam pikiran dan tindakan setiap warga, kader, dan aktivis Muhammadiyah di berbagai daerah.
Adagium ini sekaligus menjadi militansi bagi setiap warga, kader, dan aktivis dalam menghidupkan Muhammadiyah sejak berdiri hingga sekarang ini adanya. Dengan kemurnian hati para pegiat dakwah Muhammadiyah telah menunjukkan sikap yang militan yang tak bisa ditawar-tawar.
Sikap itu pula yang terpancar di hati Radja Ramli Ibrahim. Anak jati Riau kelahiran Lubuk Jambi, Kecamatan Kuantan Mudik, Kuantan Singingi pada 19 Juni 1945. Dia betul-betul mengamalkan wasiat dari pendiri Muhammadiyah itu hingga akhir hayatnya, 19 Juni 2019 di Pekanbaru.
Anak dari pasangan Radja Ibrahim dan Jomaria ini mengabadikan jiwa dan raganya dalam tumbuh kembang dakwah Muhammadiyah. Juga saudara-saudaranya yang lain menjadi motor pergerakan tumbuh kembang Persyarikatan Muhammadiyah di Provinsi Riau.
Sepanjang hidupnya Radja Ramli menjalankan semboyan yang sering menjadi prinsip dalam organisasi Muhammadiyah. Yaitu Fastabiqul Khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) dan juga tagline “Muhammadiyah Unggul Berkemajuan” yang digunakan pada periode tertentu.
Pengabdian
RADJA Ramli lahir dari produk asli Muhammadiyah. Ayahnya (Radja Ibrahim) salah seorang tokoh reformis yang mendirikan Ranting Muhammadiyah di Lubuk Jambi pada 9 September 1933.
Dalam kepengurusan Muhammadiyah misalnya. Radja Ramli menapak karier mulai dari Sekretaris Pengurus Cabang (PC) Lubuk Jambi hingga pengurus inti di Pimpinan Wilayah (PW) Riau sampai akhir hayatnya.
Begitu juga pengabdiannya dalam amal usaha Muhammadiyah. Di bidang pendidikan, Radja Ramli memulainya dari Guru Mualimin Lubuk Jambi hingga jadi akademisi di IAIN (kini UIN) Susqa dan STKIP ‘Aisyiyah Riau di Pekanbaru.
“Cinta mati” Radja Ramli kepada Muhammadiyah juga menurun ke anak-anaknya. Lima anak dari pernikahan dengan Kahitary Amin yakni Raja Jeldi, Raja Fithri Anilda, Raja Juli Antoni, Raja Reni Mulyati, dan Raja Suci Harlizah “berkemcipung” di Muhammadiyah.
Di antara lima anak Radja Ramli yang paling dikenal adalah Radja Juli Antoni – kini menjabat di Menteri Kehutanan RI dalam Kabinet “Merah Putih” Prabowo – Gibran dan Sekretaris Jenderal PSI. Sebelumnya, Radja Juli pernah menjabat Wakil Menteri ATR (2022 – 2024).
Semasa kuliah Radja Juli pernah jadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000–2002. Ia juga menjadi Direktur Eksekutif Maarif Institute. Pernah menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015–2020 namun kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekretaris Jenderal PSI yang baru didirikannya bersama beberapa politisi muda lainnya.
Pada tanggal 3 Juni 2024, Raja Juli diangkat sebagai Plt. Wakil Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara setelah pengunduran diri Dhony Rahajoe. Dengan berakhirnya masa jabatannya sebagai Wakil Menteri ATR/BPN pada 20 Oktober 2024, masa jabatannya sebagai Pelaksana Tugas Wakil Kepala Otoritas Ibu Kota Nusantara juga berakhir. Kini ia konsentrasi membantu Prabowo – Gibran.
Teladan
RADJA Ramli adalah sosok teladan, guru yang pantas diguru, ditiru, dan tidak menggurui di Muhammadiyah. Pengabdian, totalitas, dan pengorbanan dalam tumbuh Muhammadiyah di Riau tidak bisa dipandang sebelah mata.
Jiwa dan raganya tumpah di Muhammadiyah. Sebagaimana saudaranya Radja Roesli, Radja Ramli berjuang bukan untuk mengejar jabatan, pangkat, ketenaran serta tanda jasa. Menjadi pengurus Muhammadiyah bukan karena ambisi dan bukan pula karena meminta jabatan tapi karena diminta oleh Persyarikatan.
Dedikasinya bukan untuk dirinya, tapi untuk bangsa, negara, dan Persyarikatan Muhammadiyah yang lebih dia cintai dari pada hal-hal keduniawian.
Itulah Radja Ramli Ibrahim.*)
PENDIDIKAN:
1. SR Negeri Lubuk Jambi tamat 1959
2. SMP Negeri Lubuk Jambi (1962)
3. SMA Seri Rama tamat 1966
4. PG SLP Negeri Pekanbaru (1968)
5. Sarjana Muda Pendidikan (1979)
6. Sarjana Pendidikan (1984).
PEKERJAAN:
1. Guru Mu’alimin Muhammadiyah Lubuk Jambi (1967).
2. Guru SMP Muhammadiyah Pekanbaru (1968 – 1996).
3. Guru SKP YKWI Pekanbaru (1968 – 1974).
4. Kepala SMP Muhammadiyah Pekanbaru (1971 – 1996)
5. Dosen Luar Biasa IAIN Susqa, Pekanbaru (1984 – 1997).
6. Dosen STKIP ‘Aisyiyah Riau, Pekanbaru (1992 – 1997)
7. Pengawas SMP/SMA pada Dinas Pendidikan Provinsi Riau (1996 – 2005).
ORGANISASI:
1. Sekretaris PC Muhammadiyah Lubuk Jambi (1996).
2. Sekretaris PD Muhammadiyah Pekanbaru (1971 – 1985).
3. Ketua Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Pekanbaru (1976 – 1982).
4. Pengurus PGRI Pekanbaru (1980-1984).
5. Ketua BMPS Provinsi Riau (1980 -1990).
6. Ketua K3S SMP Swasta Pekanbaru (1985-1996).
7. Sekretaris BMPS Provinsi Riau (1990-2000).
8. Sekretaris BAS Provinsi Riau (1999 – 2007).
9. Ketua BMPS Provinsi Riau (2000 – 2005).
10. Tim BINAP Dinas Pendidikan Provinsi Riau (2004).
11. Ketua PD Muhammadiyah Pekanbaru (2005 – 2010).
12. Sekretaris BAP S/M Provinsi Riau (2007 – 2012).
13. Anggota BA S/M Provinsi Riau (2012 – 2017).
14. Wakil Ketau MUI Provinsi Riau (2009 – 2014)
15. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Riau (1985 -Tutup Usia).
Penulis: Sahabat Jang Itam 16-09-2025









