Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Riau

Sekda Riau: APBD Perubahan Menyelamatkan Semua Kepentingan

badge-check

Syahrial Abdi. Perbesar

Syahrial Abdi.

RiauKepri.com, PEKANBARU- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menegaskan bahwa penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan Tahun 2025 merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas fiskal dan menjamin keberlanjutan pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syahrial Abdi, dalam rapat evaluasi realisasi fisik dan keuangan APBD 2025 yang digelar di Ruang Rapat Melati, Kantor Gubernur Riau, Senin (15/9/2025).

Menurut Syahrial, APBD Perubahan bukan semata proses administratif, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam menyelamatkan seluruh kepentingan masyarakat dan pemangku kebijakan.

“APBD Perubahan ini kita lakukan untuk mengelola, memperbaiki, membenahi, dan menyelamatkan semua kepentingan seluruh pihak dan stakeholder,” tegas Syahrial.

Syahrial menyebutkan pentingnya penggunaan anggaran yang akurat dan transparan, agar program pembangunan tidak menimbulkan beban fiskal ke depan. Salah satu target utamanya adalah menghindari akumulasi utang daerah di tahun mendatang.

“Fokusnya adalah bagaimana Pemprov Riau tidak punya utang lagi di 2026 nanti, sehingga visi dan misi pembangunan bisa terwujud dan dimulai secara maksimal,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, Syahrial melaporkan bahwa hingga pertengahan September 2025, realisasi fisik APBD Riau telah mencapai 52,95 persen. Meski menunjukkan kemajuan, pengendalian anggaran dinilai masih perlu diperkuat untuk mencegah risiko pembiayaan yang tidak tertutup.

Untuk itu, Pemprov Riau menyiapkan empat langkah strategis pengendalian keuangan hingga akhir tahun. Pertama, memastikan proyeksi pendapatan sesuai dengan target. Kedua, mengawal belanja daerah secara ketat melalui coaching clinic bagi seluruh OPD. Ketiga, menerapkan mekanisme pengendalian anggaran lewat Surat Penyediaan Dana (SPD) berbasis kas daerah. Dan keempat, menyusun anggaran kas secara realistis sesuai kemampuan keuangan daerah.

Strategi juga disiapkan untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran kepada pihak ketiga. Pemprov Riau akan melakukan inventarisasi melalui review dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebagai dasar pergeseran dan penyusunan ulang pos belanja.

Pembayaran akan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan anggaran yang ada, demi menjaga kepercayaan mitra kerja dan memastikan tidak ada proyek pembangunan yang terhambat.

“Kita berharap rekan-rekan OPD benar-benar mencermati dan menyusun laporan dengan akurat. Ini penting agar pada laporan keuangan 2025 nanti, kita bisa menunjukkan program mana yang sudah berjalan sesuai RPJMD,” tutupnya. (RK1/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau

30 Okt 2026 - 14:41 WIB

Perkuat Kepastian Hukum, BSP Tandatangani MoU dengan Kejati Riau

Dua Tahun Berturut-turut Kantor Imigrasi Dumai Berprestasi, Angga Rizky Putra Kembali Raih Penghargaan

29 Okt 2026 - 20:03 WIB

Dua Tahun Berturut-turut Kantor Imigrasi Dumai Berprestasi, Angga Rizky Putra Kembali Raih Penghargaan

Ribuan Hektare Lahan Hangus, 65 Tersangka Karhutla di Riau

29 Okt 2026 - 18:54 WIB

Ribuan Hektare Lahan Hangus, 65 Tersangka Karhutla di Riau

Pemprov Riau Cari Guru Berprestasi, Penghargaan Diserahkan pada Hari Guru Nasional

29 Okt 2026 - 15:03 WIB

Pemprov Riau Cari Guru Berprestasi, Penghargaan Diserahkan pada Hari Guru Nasional

Rp22 Triliun Dibutuhkan untuk Benahi Jalan Riau, 1.067 Km Masih Tak Mantap

29 Okt 2026 - 13:07 WIB

Rp22 Triliun Dibutuhkan untuk Benahi Jalan Riau, 1.067 Km Masih Tak Mantap
Trending di Pekanbaru