Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Lingga

Kenduri Silat Alam Melayu di Lingga Jadi Ajang Diplomasi Budaya Serumpun Indonesia–Malaysia

badge-check


					Antraksi  para peserta acara Perhelatan Kenduri Silat Alam Melayu . F: Ist Perbesar

Antraksi para peserta acara Perhelatan Kenduri Silat Alam Melayu . F: Ist

RiauKepri.com, LINGGA – Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Lingga, Gandime Diyanto, S.T., M.IP, menghadiri Perhelatan Kenduri Silat Alam Melayu yang digelar di dua lokasi, yakni Balai Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Lingga dan Lapangan Kantor Bupati Lingga, Daik Lingga, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang pelestarian seni bela diri tradisional, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Malaysia.

Perhelatan yang ditaja Dinas Pariwisata Kabupaten Lingga itu mengusung tema “Budaya Kite Jati Diri Kite, antara Isi dan Kulit”, sebuah pesan tentang pentingnya menjaga esensi budaya di tengah perubahan zaman. Acara dibuka dengan sembang budaya antar perguruan Silat Melayu di Balai LAM, menghadirkan diskusi mengenai nilai, karakter, dan jati diri Melayu yang diwariskan lintas generasi.

Menurut penyelenggara, tema tersebut menegaskan bahwa budaya tidak sebatas simbol atau tampilan luar. “Isi” merepresentasikan nilai-nilai luhur yang hidup dalam masyarakat, sedangkan “kulit” adalah ekspresi budaya yang tampak. Keduanya harus berjalan beriringan agar identitas Melayu tetap kokoh dan dihargai.

Kegiatan ini juga menjadi titik temu penting bagi pegiat budaya serumpun. Hadir delegasi dari Akademi Seni Warisan Melayu Shah Alam Selangor – Malaysia, dipimpin Dr. H. Johan Iskandar, serta tokoh warisan lainnya seperti penulis buku Pakaian Melayu Sepanjang Zaman dan konten kreator budaya Melayu terkenal, Panglima Aduka dari DSSM Malaysia.

Dari pemerintah dan unsur daerah, turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Lingga, Kepala Dinas Kebudayaan yang juga Ketua PSAM Lingga Zalmidri, S.E.Par., jajaran LAM Lingga, unsur TNI-Polri, MUI, Camat, Lurah, tokoh masyarakat, serta seluruh perguruan Silat Alam Melayu se-Kabupaten Lingga.

Melalui perhelatan ini, Kabupaten Lingga menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat kebudayaan Melayu di Indonesia. Pertemuan dua negara serumpun dalam satu panggung budaya diharapkan dapat memperkuat jejaring, pertukaran pengetahuan, dan pelestarian warisan Melayu di kawasan Asia Tenggara. (RK10)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemkab Lingga Matangkan Strategi Layanan Sosial, Fokus Perkuat Program ATENSI 2026

24 Desember 2025 - 06:49 WIB

Pemkab Lingga Perkuat Akuntabilitas Kinerja OPD Lewat Optimalisasi Aplikasi e-Monev 2025

23 Desember 2025 - 06:47 WIB

Bakomubin Lingga Cetak Mubaligh Moderat, Perkuat Dakwah Sejuk dan Persatuan Umat

18 Desember 2025 - 07:22 WIB

Balai POM Dorong Penguatan Keamanan Pangan di Lingga untuk Percepat Penurunan Stunting

3 Desember 2025 - 06:59 WIB

Lingga Ikuti Evaluasi Percepatan Pembangunan KDKMP, Bupati Nizar Tegaskan Komitmen Daerah

26 November 2025 - 06:57 WIB

Trending di Lingga