RiauKepri.com, PEKANBARU– Pagi lagi warga Siak melaporkan kepada pemimpimnya, bahwa Air PAM tak mengalir lancar. Setelah ditelusuri ternyata ada yang sengaka melakukan perusakan pipa di tiga titik.
Bupati Siak, Dr. Afni Zulkifli, membenarkan adanya laporan warga terkait kondisi air PAM yang tidak normal pada Kamis pagi (22/1/2025). Setelah ditelusuri oleh dinas terkait, ditemukan fakta mengejutkan, telah terjadi kebocoran yang disengaja di beberapa titik saluran air utama.
“Mirisnya, pelaku memotong langsung saluran air utama. Ini bukan sekadar vandalisme biasa, tapi sudah sangat merugikan masyarakat,” kata Afni.
Berdasarkan temuan sementara, kebocoran terjadi di tiga titik berbeda. Akibatnya, air terbuang percuma, sementara tekanan air ke rumah-rumah warga menurun drastis. Kondisi ini membuat banyak warga tidak bisa menikmati layanan air bersih secara normal.
Lebih parah lagi, perbaikan saluran air bukanlah proses instan. Afni menjelaskan, ketika kebocoran diperbaiki, tekanan air tidak serta-merta kembali normal. Dibutuhkan waktu hingga 24 jam untuk menstabilkannya kembali.
“Kalau diperbaiki di satu sisi lalu dirusak lagi di sisi lain, ini sudah keterlaluan. Warga yang jadi korban,” ujarnya.
Di lapangan, dampaknya langsung dirasakan. Ada warga yang terpaksa menampung air hujan, ada pula yang harus meminta air ke tetangga. Bagi keluarga dengan anak kecil, kondisi ini sangat menyulitkan, apalagi untuk kebutuhan mandi dan sanitasi.
Menanggapi kejadian tersebut, Bupati Afni langsung menginstruksikan tiga langkah tegas kepada dinas terkait. Pertama, melaporkan peristiwa perusakan ini ke pihak kepolisian agar pelaku dapat segera diproses hukum.
Kedua, meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan dan sepi. Afni juga meminta agar Satpol PP dilibatkan serta masyarakat sekitar dirangkul untuk ikut mengawasi..“Termasuk pemasangan CCTV di lokasi-lokasi krusial. Kita berharap pelakunya cepat tertangkap,” ungkap Afni.
Ketiga, Afni menginstruksikan agar perbaikan saluran air utama segera dilakukan, serta pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan meskipun dalam kondisi darurat.
“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Ketika air terganggu, yang terdampak langsung adalah kehidupan sehari-hari warga. Ini bukan sekadar soal pipa bocor, tapi soal kemanusiaan dan tanggung jawab kita bersama,” kata Afni.
Mantan wartawan itu juga mengajak masyarakat untuk peduli dan tidak tinggal diam jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar jaringan pipa air. Menurutnya, menjaga fasilitas umum berarti menjaga hak hidup banyak orang.
“Kalau ada yang sengaja merusak, itu sama saja dengan merampas hak dasar masyarakat. Kita harus lawan bersama,” ucap Afni. (RK1)








