RiauKepri.com, MERANTI – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus menggeber perbaikan infrastruktur yang dinilai krusial bagi kelancaran aktivitas masyarakat. Tidak hanya fokus pada satu titik, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) memastikan sejumlah ruas jalan, duiker, dan jembatan yang mengalami kerusakan telah masuk dalam agenda penanganan tahun ini.
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST, menyampaikan bahwa percepatan perbaikan dilakukan berdasarkan tingkat urgensi serta hasil survei lapangan yang telah dilakukan sebelumnya. Beberapa titik bahkan telah ditandai karena dinilai berpotensi menghambat mobilitas warga apabila tidak segera ditangani.
“Selain titik yang sifatnya sangat urgen seperti duiker di Simpang Puskesmas Alahair, kami juga sudah melakukan survei di beberapa lokasi lainnya. Duiker di Jalan Dorak yang amblas juga kita masukkan dalam rencana perbaikan tahun ini,” ujar Rahmat Kurnia saat dikonfirmasi Wartawan, (Kamis, 05/02/2026).
Tak hanya infrastruktur jalan dan duiker, perhatian pemerintah daerah juga tertuju pada sejumlah jembatan penghubung yang memiliki peran strategis dalam pergerakan masyarakat. Salah satunya Jembatan Sungai Gelora yang menjadi akses penting menuju kawasan Tanjung Harapan dan sekitarnya.
Menurut Rahmat, langkah cepat perlu diambil agar kerusakan tidak semakin parah dan aktivitas warga tetap berjalan dengan aman. Ia menegaskan bahwa penanganan infrastruktur ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah agar persoalan mendesak di lapangan segera diselesaikan.
“Ada beberapa titik lain yang sifatnya mendesak dan itu sesuai dengan perintah pimpinan agar segera ditangani. Tujuan utamanya untuk mempermudah akses dan mobilisasi masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti,” jelasnya.
Seiring dengan proses perencanaan perbaikan, Dinas PUPR juga mengedepankan aspek keselamatan masyarakat. Untuk itu, imbauan kewaspadaan disampaikan kepada pengguna jalan, terutama di lokasi-lokasi yang kondisinya belum memungkinkan dilalui kendaraan berbobot berat.
“Kami mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di titik-titik rawan. Kendaraan berat seperti dump truck, mobil tangki BBM, maupun gerobak pengangkut material sebaiknya menghindari jalur-jalur tersebut,” kata Rahmat.
Sebagai langkah antisipasi, spanduk peringatan keselamatan telah dipasang di sejumlah lokasi. Pemerintah daerah juga mengarahkan pengguna jalan untuk memanfaatkan jalur alternatif yang masih layak dan aman dilalui.
Rahmat yang akrab disapa Aang menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena masih tersedia beberapa ruas jalan alternatif seperti Jalan Nelayan, Jalan Tanjung Mayat, dan Jalan Manggis yang dapat digunakan untuk menunjang aktivitas harian.
Ia berharap masyarakat dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dengan mematuhi imbauan yang telah disampaikan, sembari menunggu proses perbaikan infrastruktur rampung.
“Kami berupaya agar perbaikan bisa berjalan secepat mungkin. Dukungan masyarakat sangat kami butuhkan demi menjaga keselamatan bersama dan kelancaran aktivitas,” pungkasnya. (RK12).






