RiauKepri.com, PEKANBARU – Mahasiswa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Lancang Kuning (Unilak), menggelar Seminar Bulan Bahasa pada Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini berlangsung di Ruang Pertemuan Rektorat Lantai 3, Kampus Unilak, Rumbai, Pekanbaru, dengan menghadirkan narasumber Datuk Seri Syaukani Al Karim (budayawan Riau dan Ketua Harian LAM Riau Kabupaten Bengkalis), dan Dr. Evizariza, M.Hum. (dosen Program Studi Sastra Indonesia FIB Unilak).
Seminar mengusung tema “Bahasa Sebagai Identitas, Sastra Sebagai Ekspresi, dan Keberagaman Budaya Sebagai Pemersatu Bangsa”. Tema tersebut menyoroti pentingnya bahasa sebagai identitas bangsa, sastra sebagai media untuk mengekspresikan gagasan dan kreativitas, serta keberagaman budaya sebagai kekuatan yang mempersatukan masyarakat Indonesia.
Dekan FIB Unilak, Dr. Mohd. Fauzi, S.S., M.Hum., menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, seminar yang diinisiasi mahasiswa menjadi salah satu wadah pembelajaran di luar ruang kelas sekaligus sarana untuk mengembangkan potensi diri.
Mohd. Fauzi menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan laboratorium bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan dalam mengelola organisasi. Melalui proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dapat belajar mengenai kepemimpinan, kerja sama tim, komunikasi, serta tanggung jawab.
Ia juga menekankan bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui berbagai kegiatan yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan pengetahuan secara langsung.
“Berbagai kegiatan kemahasiswaan dapat menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Pengalaman mengelola kegiatan juga menjadi bekal penting dalam membangun kemampuan organisasi dan menghadapi dunia kerja,” demikian pesan yang dapat ditekankan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.
Melalui Seminar Bulan Bahasa ini, mahasiswa diharapkan semakin memahami peran bahasa dan sastra dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga mencerminkan identitas dan karakter suatu bangsa. Sementara itu, sastra menjadi ruang untuk menyampaikan pemikiran, pengalaman, nilai-nilai kemanusiaan, serta kekayaan budaya.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa Indonesia dan karya sastra, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keberagaman budaya sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Pelaksanaan Seminar Bulan Bahasa juga menjadi bentuk partisipasi aktif mahasiswa Prodi Sastra Indonesia FIB Unilak dalam menghidupkan tradisi akademik dan memperkuat peran mahasiswa sebagai generasi penerus yang memiliki kepedulian terhadap bahasa, sastra, dan kebudayaan Indonesia.
Selain seminar, Himpunan Mahasiswa Prodi Sastra Indonesia juga menaja berbagai lomba yang diperuntukan bagi siswa SLTA. “Seminar sebagai kegiatan pembukaan kegiatan. Setelah seminar akan dilanjutkan lomba baca puisi dan monolog tingkat SLTA se Riau. Kita juga mengadakan lomba menulis puisi untuk siswa SLTA se-Indonesia,” ucap Ketua Pelaksanaan Bulan Bahasa 2026, Wahyudi Hari Bahagia.
Wahyudi juge menambahkan, kegiatan berlangsung selama dua hari. Hari pertama, kata Wahyudi, dilaksanakan seminar dan lomba baca puisi. Hari kedua dilaksanakan lomba monolog dan pada malamnya, Rabu (28/10/2026) diadkan malam puncak Bulan Bahasa.
“Pada malam puncak selain mengumuman para pemenang dan juga pergelaran seni dari mahasiswa,” ucap Wahyudi.











