Menu

Otomatis
Breaking News

Ragam

Simat (1923-1999): Polisi Tiga Zaman dari Sentajo Raya

badge-check

Simat Perbesar

Simat

DIJULUKI polisi yang hidup di tiga zaman yang berbeda: Yakni Penjajahan Belanda, Pendudukan Jepang, dan Indonesia Merdeka.

Siapakah polisi dimaksud?

Banyak yang tidak tau. Itu wajar. Sebab sepanjang karier bertugas di kepolisian dia tak pernah bertugas di Kuantan Singingi.

Sejak diangkat jadi polisi tahun 1944 hingga pensiun 1977, dia bertugas di luar Kuantan Singingi. Tugasnya di pelbagai daerah di Riau seperti Pekanbaru, Bengkalis, Bagansiapi-api, dan Kampar.

Lalu siapakah polisi senior itu? Dia adalah SIMAT. Lahir di Sentajo, Kecamatan Sentajo Raya, Kuantan Singingi, Riau pada 31 Desember 1923 – anak bungsu dari tiga bersaudara pasangan Abdullah dan Taram. Dua saudara kandungnya adalah Sonai dan Abai. Sedangkan saudara seibunya adalah Jamin, Akup, dan Mattandun.

Putra Sentajo ini sudah menjadi polisi sejak zaman pendudukan Jepang tahun 1944. Bertugas selama 33 tahun hingga pensiun pada tiada henti hingga 1977. Simat tercatat satu di antara polisi asal Kuantan Singingi yang paling tinggi pangkatnya yakni Letnan Satu.

Dalam catatan sejarah polisi tiga zaman asal Kuantan Singingi cukup banyak. Di Sentajo misalnya selain Simat dari Muaro Sentajo ada Muhammad Said alias Jait Petai dan Muin. Kemudian dari Koto Sentajo ada Aham dan Nasir. Sedangkan dari Kampung Baru Sentajo ada Ali Saleman, M. Kalam, dan Mohammad Syafei.

Selama bertugas di kepolisian Simat yang berasal dari Rumah Godang Datuk Bandaro Putiah Suku Piliang Ujung Tanjung banyak menerima penghargaan dan tanda kehormatan. Ini bukti eksistensi dan profesionalitasnya selama menjalani tugas sebagai abdi negara dan masyarakat.

Simat di antaranya menerima Satialancana Pancakarsa pada 10 Oktober 1972. Ini penghargaan atas kesetiaan dan kebijaksanaan dalam melakukan tugas kepolisian negara dalam jangka waktu 5 (lima) tahun terus menerus.

Kemudian pada 27 Maret 1973 Simat menerima Bintang Bhayangkara Narya dari Presiden RI. Penghargaan ini diberikan atas jasa-jasanya yang luar biasa dalam kesetiaannya terhadap negara dan bangsa Indonesia. Khususnya untuk kemajuan dan pembangunan Kepolisian RI.

Simat adalah pribadi yang sederhana. Dari pernikahannya dengan Syamsiar asal Lipat Kain, Kampar, Riau Simat punya empat anak yakni Edwar, Kamek, Ina, dan Nila.

Kepergian Simat pada 10 Juni 1999 kesan meninggalkan kesan mendalam bagi orang yang mengenalnya secara dekat. Darwin Yohanis salah seorang cucunya menyebut Simat adalah pribadi yang pendiam tapi tegas, panyayang dan istiqomah dalam beribadah.

Menurut Darwin waktu sekolah di SMPP Pekanbaru dan kuliah di Universitas Riau, dirinya sering berkunjung ke rumah datuknya itu. “Kalau Datuk berpergian ke Tanjungpinang menengok anaknya saya disuruh menunggu rumah datuk di Jalan Amilin No. 20 Kelurahan Jadirejo, Sukajadi, Pekanbaru,” ujar Darwin.

Darwin merupakan anak dari Yohanis dan Nurma dan adik adik dari komedian Otong Lenon dan Fakhri Semekot. Sedangkan Abai yang dikenal dengan sapaan Abai Susah merupakan abang kandung dari Simat.

Biodata Data:
Nama: SIMAT
Tempat/ Tanggal Lahir: Sentajo/ 31 Des. 1923
Istri: SYAMSIAR

Pendidikan:
1. Sekolah Desa di Sentajo 1933.
2. Sekolah Government di Telukkuantan (1934-1936)
3. Sekolah Agama Perguruan Islam di Telukkuantan (1937-1941)
4. Sekolah Agama Perguruan Islam di Batu Sangkar, Sumatra Barat (1939-1942)
5. Masuk Pendidikan Polisi Jepang di Pekanbaru (Juni – September 1944)

Karier:
1). Diangkat dengan pangkat Yunsa pada Kantor Polisi Pekanbaru 9 Oktober 1942.

2). Pada tanggal 17 Agustus 1945 tetap bekerja sebagai Polisi RI dengan pangkat Agent Polisi Kelas II pada Kantor Polisi Wilayah Pekanbaru.

3). 1947: Naik pangkat dari Agent Polisi Kelas II menjadi Agent Polisi Kelas I pada Kantor Polisi Wilayah Pekanbaru di tempatkan pada bagian opsporing.

4). 1 Juni 1952 naik pangkat Agent Polisi Kelas I menjadi Komandan Polisi (golongan II A/C tetap pada Kantor Polisi Wilayah Pekanbaru di tempatkan pada Bagian Opsporing.

5). 1 April 1954 naik pangkat dari Komandan Muda Polisi menjadi Komandan Polisi Herschiking golongan III/6 pada Kantor Polisi Wilayah Pekanbaru Bagian Opsporing.

6). 1 Oktober 1956 naik pangkat dari Komandan Polisi Herschiking menjadi Brigadir Polisi pada Kantor Polisi Distrik Pekanbatu bagian personalia/administrasi.

7). 10 Januari 1960: Dipindahkan dari Kantor Polisi Distrik Pekanbatu ke Kantor Polisi Resort Bengkalis Bagian Umum.

8). 16 Desember 1960 dipindahkan Kantor Polisi Resort Bengkalis ke Kantor Polisi Distrik Bagansiapi-api dengan pangkat Brigadir Polisi di tempatkan pada bagian Seksi Res/Krim-Pemeriksa.

9). 1 September 1965 naik pangkat dari Ajun Inspektur Polisi Tk. II menjadi Inspektur Polisi Tk. I masih pada Kantor Polisi Distrik Bagansiapi-api bagian Seksi Res/Krim-Pemeriksa.

10). 23 Desember 1966 dipindahkan dari Kantor Polisi Distrik Bagansiapi-api ke Kantor Polisi Resort Kampar di Pekanbaru dengan pangkat Ajun Inspektur Tk. I (Aiptu) Bagian Seksi Res/Krim-Pemeriksa.

11). Pensiun pada 1977 dengan pangkat Letnan Satu (Lettu) pada Kantor Polisi Resort Kota yang sekarang menjadi Polresta Pekanbaru.

Penulis: Sahabat Jang Itam 18082025

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

24 Agu 2026 - 19:50 WIB

Investasi, Langkah Menuju Merdeka Finansial

Hadir di Tepian Narosa, BRK Syariah Bawa Kemudahan Transaksi Digital untuk Festival Pacu Jalur 2026

22 Agu 2026 - 17:33 WIB

Hadir di Tepian Narosa, BRK Syariah Bawa Kemudahan Transaksi Digital untuk Festival Pacu Jalur 2026

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Kuansing Gelar JALUR di Desa Bandar Alai Kari

22 Agu 2026 - 09:22 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Kuansing Gelar JALUR di Desa Bandar Alai Kari

Jalur Musiman

22 Agu 2026 - 06:00 WIB

Jalur Musiman

Semarak Budaya Melayu Kuantan Singingi, Danlanal Dumai Hadiri Pembukaan Festival Pacu Jalur 2026

20 Agu 2026 - 19:11 WIB

Semarak Budaya Melayu Kuantan Singingi, Danlanal Dumai Hadiri Pembukaan Festival Pacu Jalur 2026
Trending di Kuansing