Menu

Otomatis
Breaking News

Meranti

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam di Meranti

badge-check

Penemuan Mulyadi (49) dalam keadaan mengapung di sebuah kolam berisi air di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. F: Ist Perbesar

Penemuan Mulyadi (49) dalam keadaan mengapung di sebuah kolam berisi air di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti. F: Ist

RiauKepri.com, MERANTI – Seorang pria bernama Mulyadi (49), ditemukan meninggal dunia dalam keadaan mengapung di sebuah kolam berisi air di Jalan Pembangunan I, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Kepulauan Meranti, pada Sabtu (30/8/2025) sekitar pukul 11.55 WIB.

Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi melalui Kapolsek Tebingtinggi IPTU Daniel Bakara mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia mengatakan, korban merupakan pekerja yang ditugaskan memperbaiki kebun hidroponik milik Deby Bayu Setya Putra, pemilik kontrakan di lokasi kejadian.

“Korban ditemukan dalam keadaan mengapung, tangan masih memegang mesin bor dan kaki sebelah kiri terlilit kabel listrik,” ujar IPTU Daniel, Sabtu (30/8/2025).

Penemuan jenazah bermula saat pemilik kontrakan, Deby Bayu, datang untuk mengecek pesanan baja dan kondisi kebun hidroponik di lahannya. Ia melihat kebun tampak layu dan menuju ke arah kolam dekat lokasi. Di sanalah ia melihat tubuh korban mengapung di dalam kolam.

Polisi yang datang ke lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti berupa satu unit mesin bor dan colokan listrik, serta mengevakuasi jenazah ke RSUD Kepulauan Meranti untuk visum luar.

Hasil pemeriksaan sementara dari dokter RSUD, dr. Novrita S. Sitorus, menemukan luka bakar di bagian perut korban, serta kondisi tangan yang keriput yang menandakan korban tenggelam. Namun, belum dapat dipastikan penyebab pasti kematian tanpa pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil olah TKP dan kondisi korban, diduga kuat korban meninggal akibat tersengat listrik dari alat bor yang digunakan saat bekerja,” tambah IPTU Daniel.

Pihak keluarga korban menolak dilakukan autopsi dan menerima kematian Mulyadi sebagai musibah. Pernyataan resmi penolakan autopsi juga telah disampaikan kepada pihak kepolisian.

Polisi menyatakan akan menghentikan penyelidikan lebih lanjut seiring keputusan keluarga, namun tetap mengamankan barang bukti dan mencatat semua keterangan saksi yang relevan. (RK12)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Satresnarkoba Polres Meranti Ringkus Tiga Pengedar Ekstasi

14 Sep 2026 - 19:55 WIB

Satresnarkoba Polres Meranti Ringkus Tiga Pengedar Ekstasi

NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas

14 Sep 2026 - 18:00 WIB

NasDem Sambangi Keluarga Almarhum MA, Tegas Ahliwaris Pilih Ikhlas

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan

14 Sep 2026 - 13:40 WIB

Hari Pramuka ke-65, Bupati Meranti Dorong Generasi Muda Kreatif dan Mandiri Dukung Swasembada Pangan

Polsek Tebing Tinggi Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor

14 Sep 2026 - 11:00 WIB

Polsek Tebing Tinggi Berhasil Ringkus Pelaku Curanmor

Polsek Rangsang Cek Lahan Jagung Pipil di Desa Kedabu Rapat, Dukung Ketahanan Pangan

12 Sep 2026 - 12:48 WIB

Polsek Rangsang Cek Lahan Jagung Pipil di Desa Kedabu Rapat, Dukung Ketahanan Pangan
Trending di Meranti