RiauKepri.com, PEKANBARU- Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Riau Tahun 2025 hingga pertengahan Oktober ini tercatat baru mencapai sekitar 65 persen. Hal ini disampaikan Gubernur Riau Abdul Wahid saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Senin (20/10/2025).
Rapat tersebut berlangsung secara virtual dan diikuti Gubernur dari Gedung Daerah Pauh Janggi, Pekanbaru.
“Kita masih di angka 65 persen, belum sampai 70 persen. Belanja kita juga masih seperti itu karena memang kita menunggu dana tersedia. Sebagian besar komponen belanja digunakan untuk pembayaran utang, khususnya proyek-proyek infrastruktur strategis,” kata Gubri Abdul Wahid.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah, terutama dalam menjaga kestabilan ekonomi serta mendorong pergerakan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya hampir tiap bulan mengevaluasi agar ekonomi daerah tetap berjalan. Kami fokus pada kemudahan investasi, percepatan realisasi APBD, dan menjaga daya beli masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat yang dinilai menjadi indikator utama kestabilan ekonomi daerah. Ia menyebut, tingkat inflasi dan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pokok terus dipantau sebagai acuan kebijakan.
“Kalau kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik, berarti belanja masyarakat stabil, dan ini menjadi sinyal positif bagi ekonomi daerah,” jelasnya.
Untuk mendukung iklim investasi, Pemerintah Provinsi Riau telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Investasi di sektor migas guna mempercepat proses perizinan.
“Maka itu saya buat Satgas di Migas. Perizinan yang sebelumnya bisa memakan waktu tiga bulan, sekarang bisa selesai dalam seminggu,” ujar Wahid.
Selain itu, bersama Kepolisian Daerah Riau, Pemprov juga membentuk Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai upaya antisipatif menjaga kestabilan tenaga kerja di daerah.
“Kalau ada potensi PHK, kita harapkan bisa dibicarakan lebih dulu dan dicarikan solusi terbaik. Ini penting agar masyarakat tetap punya kepastian kerja,” ucapnya.
Lebih lanjut, Gubri mengungkapkan bahwa kondisi investasi di Riau menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, nilai investasi yang telah terealisasi mencapai Rp21 triliun, dengan target hingga akhir tahun sebesar Rp25 triliun.
“Kondisi investasi cukup bagus. Daerah dengan realisasi tertinggi ada di Dumai, Pelalawan, dan Inhil. Kita optimistis bisa capai target akhir tahun,” ujar Gubernur. (RK1/*)












