RiauKepri.com, PEKANBARU– Di tengah maraknya konflik agraria yang membelit masyarakat adat di Riau, Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau memilih jalan silaturahmi dan musyawarah. Kamis (5/2/2026), organisasi yang baru terbentuk itu mendatangi Balai Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Pekanbaru, untuk menyampaikan keresahan sekaligus meminta tunjuk ajar.
Rombongan GEMA Melayu Riau dipimpin langsung Ketua GEMA Melayu Riau, Datuk Taufik Tambusai. Mereka disambut hangat Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, bersama jajaran pengurus LAMR, dalam suasana penuh keakraban adat.
Dalam pertemuan tersebut, Datuk Taufik Tambusai menegaskan bahwa GEMA Melayu Riau hadir sebagai wadah perjuangan dan perlindungan hak-hak masyarakat adat serta masyarakat tempatan di Provinsi Riau.
Ia menyampaikan, hingga kini masyarakat adat masih kerap menjadi pihak yang dirugikan dalam berbagai konflik agraria.
Salah satu persoalan yang disorot GEMA Melayu Riau adalah praktik kerja sama operasional (KSO) yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat tempatan. Menurutnya, penunjukan KSO sering kali dilakukan tanpa melibatkan pemilik wilayah adat, sehingga memicu konflik berkepanjangan di lapangan.
“Masih banyak konflik agraria yang terjadi di Riau. KSO yang ditunjuk sering kali tidak sesuai dan tidak melibatkan masyarakat tempatan sebagai pemilik wilayah adat. Kondisi ini tentu sangat merugikan hak-hak masyarakat adat,” ujar Datuk Taufik Tambusai.
Ia berharap LAMR dapat memberikan nasihat, tunjuk ajar, dan bimbingan agar langkah-langkah perjuangan GEMA Melayu Riau tetap berlandaskan nilai-nilai adat, menjaga marwah Melayu, serta berjalan seiring dengan hukum yang berlaku. Datuk Taufik juga menekankan pentingnya pertemuan dan koordinasi rutin sebagai ruang musyawarah bersama.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil, menyambut baik kehadiran GEMA Melayu Riau. Ia menilai terbentuknya GEMA merupakan cerminan kepedulian dan kesadaran masyarakat Melayu dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat adat.
“Pada dasarnya keresahan kita sama, yaitu memperjuangkan dan mempertahankan hak-hak masyarakat adat. LAMR menyambut baik ikhtiar serta langkah-langkah yang dilakukan oleh GEMA Melayu Riau,” kata Datuk Seri Taufik Ikram Jamil.
Datuk Seri juga mendorong agar pertemuan rutin antara LAMR dan GEMA Melayu Riau terus dilakukan guna memperkuat sinergi, menyatukan langkah, serta memastikan setiap perjuangan ditempuh melalui jalan adat, hukum, dan musyawarah.
“Kami berharap kerja sama yang berkelanjutan antara GEMA Melayu Riau dan LAMR dalam menjaga marwah Melayu serta memperjuangkan hak-hak masyarakat adat dan masyarakat tempatan di Provinsi Riau,” ujarnya. (RK1/*)












