RiauKepri.com, SIAK- Arus Sungai Siak yang membelah Kabupaten Siak tampak begitu tenang. Di atas air, beberapa sampan tradisional melaju perlahan, membawa para tamu istimewa, Gubernur Riau Abdul Wahid, Kapolda Riau Herry Heryawan, Bupati Siak Afni Zulkifli, hingga Ketua TP PKK Riau Henny Sasmita Wahid.
Mereka sedang makan beghanyut, sebuah inovasi wisata kuliner khas Siak yang sedang naik daun. Duduk di atas sampan, diiringi alunan air sungai yang tenang, para tamu menikmati aneka hidangan khas Melayu. Sambil makan, mereka menyusuri jejak sejarah, melewati bangunan kolonial, menyapa megahnya Istana Siak, dan meresapi romantis dari masa lampau yang masih hidup di sepanjang tepian sungai.
“Ini luar biasa,” ucap Gubernur Wahid terkesan.
“Biasanya kita makan di darat. Tapi di sini, kita menyantap makanan sambil menyusuri sungai dan menikmati peninggalan sejarah. Ini bukan sekadar wisata ini pengalaman,” sambungnya.
Kuliner dan Sejarah
Konsep makan beghanyut menggabungkan tiga elemen yang tak bisa dipisahkan dari Siak, kuliner, budaya, dan sejarah. Hidangan yang disajikan bukan sembarang makanan, melainkan warisan rasa Melayu, gulai ikan patin, sambal belacan, hingga aneka kue tradisional yang diracik oleh tangan-tangan UMKM lokal.
Sambil menyantap, para tamu dibawa “berkeliling waktu” melewati Tangsi Belanda, Masjid Syahabuddin, hingga jantung Istana Siak yang menyimpan kisah kejayaan Kesultanan Melayu.
“Ini bukan hanya tentang pariwisata. Ini soal membangun ekonomi rakyat lewat kreativitas. Semua yang terlibat. dari koki hingga tukang sampan, adalah masyarakat Siak,” kata Bupati Afni Z.
Tak heran jika wisata ini jadi buah bibir. Ia bukan sekadar wahana foto-foto atau ajang pamer budaya. Ia adalah bentuk pemberdayaan, digerakkan oleh anak-anak muda, dipelihara oleh komunitas lokal, dan dirancang untuk memberi dampak nyata pada ekonomi rakyat.
Rasa Warisan
Henny Sasmita Wahid, Ketua TP PKK Riau, menyebut konsep ini sebagai contoh konkret ekonomi kreatif yang berpijak pada akar budaya. “Kita bicara soal culture, heritage, UMKM, semuanya hidup di sini,” ungkapnya. Ia berharap, inisiatif serupa bisa ditiru oleh kabupaten lain di Riau.
Sementara itu, Gubernur Wahid menyatakan dukungan penuh. Menurutnya, wisata seperti ini adalah masa depan Riau, mengedepankan keunikan lokal untuk mendatangkan wisatawan global.
“Dengan ide-ide seperti ini, saya yakin Siak akan jadi ikon wisata baru. Bukan hanya di Riau, tapi di Indonesia,” tegasnya. (RK1/MCR)
Editor: Dana Asmara







