Menu

Mode Gelap
Reses di Letung, Ismeth Abdullah Tampung Aspirasi Warga Jemaja soal Listrik, Kesehatan, dan Infrastruktur Kenduri dan Festival Durian Bintan 2026, Perkuat Identitas Pariwisata dan Budaya Tarik 650 Peserta Lokal dan Mancanegara, Bintan Trekking 2026 Dongkrak Pariwisata dan UMKM Bhabinkamtibmas Desa Alahair Cek Peternakan Kambing Warga Dukung Ketahanan Pangan Satresnarkoba Polres Bengkalis Ringkus Pengedar Sabu 50,01 Gram di Talang Muandau Sayang Bini

Kuansing

Perawati Pengusaha Tajir dari Sentajo Raya

badge-check

Perawati saat umroh bersama anak-anak dan menghadiri wisuda anaknya. F: ist Perbesar

Perawati saat umroh bersama anak-anak dan menghadiri wisuda anaknya. F: ist

Tak perlu diperdebatkan siapa yang memulai memanggil namanya Musdalifah. Yang penting jika nama itu terucap orang Sentajo Raya tahu itu adalah nama lain dari Perawati alias Pera.

Kedua wanita itu punya kesamaan. Sama-sama tajir melintir dan pengusaha sukses. Jika Musdalifah “asli” sukses di Jakarta, Pera di Sentajo Raya, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Kesamaan lain? Tentu saja sama-sama cantik, solehah, santun, baik hati, penyayang, dan pemurah.

Yang membedakan hanya status. Sejak cerai dengan pedangdut terkenal King Nassar, Musdalifah kini nikah dengan pengusaha dan politikus Fadel Islami.

Sementara Pera memilih hidup sebagai wanita singel parent setelah berpisah dengan suaminya.

Dijuluki Musdalifah dari Sentajo Raya, Pera hanya tersenyum. Bahkan ketika orang memanggilnya Mbak Mus – sapaan Musdalifah, Pera tak pernah menolaknya.

“Eh… Kak Mus… apa kabar?”

“Enjoy aja,” ujar Kak Mus Sentajo Raya yang lahir pada 10 Nopember 1982 ini sembari tersenyum.

Sebagai pengusaha tajir melintir Pera mengaku semula hanya melanjutkan usaha orang tuanya H. Samsu – induak somang godang di Sentajo Raya.

Namun ketika orang tuanya meninggal dunia, Pera banting stir. Dia menjadi pengusaha mandiri dengan lahan sawit mencapai 200 hektar.

Belum lagi kebun karetnya. Omzetnya kini mencapai ratusan juta perbulan. Kalau pertahun, hitung saja berapa omsetnya. Up… up… up …

Tak hanya menghidupi dirinya sendiri, Pera juga berhasil menghidupi puluhan orang tenaga kerja lokal yang ikut bekerja bersamanya.

Bagi masyarakat Sentajo Raya, Pera juga dijuluki ‘”Beringin di Tengah Lapangan.” Artinya kini dia jadi tempat mengadu dan minta tolong bagi orang yang membutuhkan

Kini Pera tinggal bersama empat anaknya di Dusun Tanah Gontiang Desa Muaro Sentajo. Di rumahnya yang tergolong mewah deretan mobil mewah terparkir. Ini cukup membuktikan bahwa wanita berusia 43 tahun ini hidup mapan.

Keempat anak Pera adalah: Muhammad Zagi Muliadi masih kuliah di UIR Pekanbaru, Marsel Aprilio masuk SMP. Sementara Brian Andriano dan Yopi Albar masih duduk di bangku SD Muaro Sentajo.

Lalu apa aktifitas Pera terkini selain jadi pengusaha? Sebagai singel parent dia berkosentrasi membesarkan keempat anaknya yang kini tengah melanjutkan pendidikan.

“Aktifitas lain?” Sekarang Kak Mus…lagi diet biar kelihatan kurus seperti Kak Mus yang asli,” ujarnya tergelak ha..ha..ha..ha…

Sukses Kak Mus….

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Siak Naik Peringkat di MTQ Riau, Bupati Afni Siapkan Pembinaan Berkelanjutan

4 Juli 2026 - 08:54 WIB

Perah! Duit Petani pun Diembat Bupati Suhardiman, KPK: SHU KUD Dipotong Setengahnya

2 Juli 2026 - 10:34 WIB

Berapa Harga Jabatannya, Pak? Suhardiman Langsung Terdiam

1 Juli 2026 - 16:39 WIB

Sempat Diultimatum KPK, Bupati dan Sekda Kuansing Akhirnya Menyerahkan Diri

1 Juli 2026 - 05:58 WIB

KPK Buru Bupati dan Sekda Kuansing, 10 Orang Diamankan dalam OTT Jual Beli Jabatan

30 Juni 2026 - 20:29 WIB

Trending di Kuansing