Menu

Mode Gelap
Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen Tahun ini Baru Jembatan Selat Akar yang Dianggarkan Pemprov Riau Bupati Kepulauan Meranti Perjuangkan Perbaikan Jembatan dan Jalan Provinsi di DPRD Riau Nada Salsabila Kamil di Undang Podcast RRI Atas Prestasinya HPN 2026, BNNK Tanjungpinang Hadirkan Edukasi Rehabilitasi Narkotika untuk Masyarakat Tiga Polisi Aktif Diduga Terlibat Pesta Narkoba, Kapolres Bengkalis: Tak Ada Ampun, Semua Ditindak Tegas

Riau

Puluhan Pelajar di Inhil Diduga Keracunan Makanan Gratis, SPPG Minta Maaf

badge-check


					SPPG Kembang saat menjenguk korban keracunan. Perbesar

SPPG Kembang saat menjenguk korban keracunan.

RiauKepri.com, INHIL- Sebanyak 27 pelajar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Sabtu siang (23/8/2025). Seluruh korban telah dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.

Direktur RSUD Puri Husada, Rahmad Susanto, menyampaikan bahwa para korban berasal dari beberapa sekolah di Tembilahan, yaitu SD 032 sebanyak 18 orang, SD 008 lima orang, SD Muhammadiyah satu orang, SMA Negeri 1 satu orang, TK Faturrahman satu orang, serta satu orang lainnya merupakan anggota keluarga petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, kondisi pasien sudah mulai membaik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dipulangkan,” ujar Rahmad.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang bersama Yayasan Kawah Insan Cendikia langsung menjenguk para korban, didampingi aparat Polres dan Kodim setempat.

Penanggung Jawab Dapur SPPG Kembang, Nurmila, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak dan menyatakan pihaknya menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan bahan apa yang menyebabkan dugaan keracunan sebelum ada hasil laboratorium,” kata Nurmila.

Ia menegaskan bahwa proses produksi makanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan pengawasan ketat selama 24 jam. Dapur SPPG Kembang memproduksi sekitar 2.200 porsi makanan setiap hari untuk sembilan sekolah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kawah Insan Cendikia sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Muhammad Guntur, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya perawatan korban.

“Kami pastikan seluruh biaya perawatan yang terdampak ditanggung sampai sembuh,” tegas Guntur.

Pihak terkait menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. (RK5/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Afni: Progres Jalan Inpres Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan Sudah 15 Persen

21 Januari 2026 - 20:40 WIB

Fakta Sidang: Ninik Mamak dan Kemanakan Dituntut 3 Tahun Penjara dalam Perkara TBS Sawit

20 Januari 2026 - 12:43 WIB

Tangis Norma Pecah di Pekanbaru, Pasutri Korban Mafia Tanah di Meranti Mencari Keadilan

20 Januari 2026 - 12:06 WIB

IAI Ar-Risalah Inhil Resmi Jadi Partner Test Centre Regional Riau Sertifikasi Internasional TUV Rheinland

20 Januari 2026 - 07:24 WIB

Selamatkan Ribuan Honorer Non ASN, Ini Langkah Terukur dari Pemkab Siak

18 Januari 2026 - 17:36 WIB

Trending di Riau