RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Kepala Satpol PP Kota Tanjungpinang yang juga sastrawan nasional, Abdul Kadir Ibrahim (Akib), mengimbau masyarakat untuk mewaspadai penipuan yang mencatut nama serta foto dirinya di media sosial Facebook.
Akib menegaskan, akun Facebook dengan menggunakan namanya beserta nomor telepon yang beredar belakangan ini bukanlah miliknya. Ia meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan tawaran kerja sama yang disampaikan melalui akun palsu tersebut.
“Saya tidak pernah menawarkan kerja sama bisnis barang antik atau koleksi museum seperti yang disampaikan akun itu. Jika ada yang dirugikan, hal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan saya maupun keluarga,” ujarnya, Selasa (2/9/2025).
Kasus penipuan ini terungkap setelah seorang penyair asal Jakarta, Mbak Rissa, dihubungi oleh pelaku melalui akun palsu tersebut. Tidak hanya itu, Tan Fajar, juga menjadi target modus serupa.
Dalam komunikasi dengan para sastrawan, pelaku mengaku ingin menjalin kerja sama bisnis, khususnya dalam jual beli barang antik dan benda koleksi. Pelaku mencoba meyakinkan korban dengan memanfaatkan nama besar Abdul Kadir Ibrahim.
Akib menyampaikan keprihatinannya karena kasus ini menyasar kalangan sastrawan dan budayawan yang selama ini memiliki hubungan baik dengannya. “Ini bukan saja merugikan saya, tapi juga berpotensi menimbulkan fitnah serta mencoreng nama baik,” katanya.
Untuk itu, ia meminta masyarakat, terutama sahabat-sahabat sesama penulis dan penyair, agar lebih berhati-hati bila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan dirinya. “Pastikan langsung menghubungi nomor saya yang asli, bukan nomor lain yang disebarkan pelaku,” tegasnya.
Selain peringatan, ia juga berharap informasi ini dapat disebarluaskan agar tidak ada pihak lain yang menjadi korban. “Saya mohon bantuan teman-teman media dan masyarakat untuk menyampaikan bahwa akun itu palsu,” tambahnya.
Abdul Kadir Ibrahim dikenal luas bukan hanya sebagai pejabat daerah, tetapi juga sebagai sastrawan dan penulis buku nasional. Kredibilitasnya di dunia sastra dan pemerintahan menjadi alasan kuat bagi pelaku untuk memanfaatkannya sebagai kedok penipuan.
Kasus ini menambah daftar panjang modus penipuan dengan mencatut identitas tokoh publik. Masyarakat diimbau selalu waspada, tidak tergiur tawaran kerja sama tanpa verifikasi, serta segera melapor ke pihak berwenang bila menemukan akun mencurigakan. (RK9)







