RiauKepri.com, PEKANBARU– Di balik seragam merah putih para relawan Palang Merah Indonesia (PMI), tersembunyi kisah-kisah pengabdian yang tak selalu terekam kamera. Tapi pada peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 PMI yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Riau, Ahad (12/9/2025), momen itu menjadi panggung bagi rasa syukur, haru, dan semangat yang tak pernah padam.
PMI Riau, di usianya yang ke-80, bukan lagi sekadar lembaga. Ia adalah rumah bagi ribuan orang yang memilih memberi tanpa berharap kembali.
Ketua PMI Provinsi Riau, Ma’al Abror, dalam pidatonya menekankan bahwa perjalanan delapan dekade bukan sekadar angka, tapi sejarah panjang kepedulian. “Mulai dari penanggulangan bencana hingga penyediaan darah bagi yang membutuhkan — PMI hadir di titik-titik paling rapuh dalam hidup manusia,” ujarnya.
Tahun ini, PMI mengusung tema nasional “Tebarkan Kebaikan”, dengan subtema khas Riau, “Tebarkan Kebaikan Melalui CollaborAksi for Humanity.” Tema yang sederhana, tapi membawa makna mendalam, bahwa kebaikan tak harus besar, cukup dimulai dari hati yang peduli.
Peringatan HUT kali ini pun bukan sekadar upacara. Di balik panggung, para relawan, mitra kerja, dan masyarakat dari berbagai latar belakang bergandengan tangan, menunjukkan bahwa kemanusiaan tak mengenal batas sektor, usia, atau jabatan.
Ma’al Abror mengakui, jalan kemanusiaan bukan tanpa tantangan. Terbatasnya anggaran, fasilitas, dan kapasitas organisasi masih menjadi pekerjaan rumah. Tapi yang tak terbatas, katanya, adalah semangat dan dedikasi. “Tanpa para relawan yang bekerja dengan ikhlas, kami bukan apa-apa,” ucapnya.
Sekretaris Daerah Riau, Syahrial Abdi, yang turut hadir, menyebutkan PMI sebagai simbol solidaritas di tengah zaman yang makin individualistis. “PMI bukan hanya penyelamat dalam bencana. Mereka adalah pengingat bahwa di dunia ini, masih banyak orang baik,” katanya. (RK3)







