Menu

Mode Gelap
Kapolres Bengkalis Pimpin Sertijab Wakapolres, Kompol Ridho Perasetia Resmi Jabat Wakapolres Bengkalis Polsek Mandau Ungkap Kasus Narkotika, Seorang Pria Diamankan dengan Enam Paket Diduga Sabu HUT IBI Ke-75, Bupati Asmar: Bidan Garda Terdepan Wujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 Cetak Peserta Terbanyak se-Riau Kepri, BRK Syariah dan Pemkab Inhil Gelar Ramah Tamah ASN Pensiun dan Purnabakti Program KEJAR BRK Syariah Jangkau 380 Pelajar SMP Negeri 1 Pangkalan Kerinci Sabut Batu

Tanjungpinang

Komisi II DPR RI Soroti Kepri sebagai Garda Depan NKRI, Dorong Optimalisasi PLBN dan Investasi FTZ

badge-check

Pertemuan serta berdialog antara Ketua Tim Kunker Spesifik Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, didampingi Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wakil Ketua II DPR RI Bima Arya di Gedung Daerah Tanjungpinang. F: Ist Perbesar

Pertemuan serta berdialog antara Ketua Tim Kunker Spesifik Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, didampingi Wagub Kepri Nyanyang Haris Pratamura dan Wakil Ketua II DPR RI Bima Arya di Gedung Daerah Tanjungpinang. F: Ist

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Komisi II DPR RI menegaskan pentingnya peran Kepulauan Riau (Kepri) sebagai garda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan dalam kunjungan kerja spesifik yang berlangsung pada Senin (29/9/2025), dengan fokus pengawasan terhadap pengelolaan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sektor pertanahan.

Rombongan Komisi II yang dipimpin Wakil Ketua Dede Yusuf dan Aria Bima tiba di Bandara Raja Haji Fisabilillah, Tanjungpinang, dan disambut langsung oleh Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura. Turut serta sejumlah anggota DPR RI serta Sekretaris BNPP Komjen Pol. Makhruzi Rahman.

Menurut Dede Yusuf, posisi geografis Kepri yang berbatasan langsung dengan empat negara—Vietnam, Kamboja, Malaysia, dan Singapura—menjadikan pengawasan di wilayah ini sangat vital.
“Kepri menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perdagangan ilegal, human trafficking, hingga peredaran narkoba. Di sisi lain, statusnya sebagai kawasan FTZ perlu dijaga agar benar-benar mampu menarik investasi dan menopang ekonomi daerah,” ujarnya.

Dari sisi layanan pertanahan, capaian PNBP Kepri dinilai cukup positif. Periode 2022–2025, realisasi penerimaan sudah mencapai 86 persen atau Rp31,9 miliar. Sementara itu, kinerja tujuh layanan prioritas BPN di seluruh kabupaten/kota Kepri mencatatkan angka 95,97 persen.

Wakil Gubernur Nyanyang menekankan, Kepri yang terdiri dari 2.028 pulau, termasuk 22 pulau terdepan, membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pusat.
“Saat ini baru ada satu PLBN yang beroperasi, yakni di Serasan, Natuna. PLBN bukan hanya simbol kedaulatan, tetapi juga sarana pembangunan dari wilayah terluar,” katanya.

Nyanyang juga berharap dukungan Komisi II DPR RI untuk mempercepat penetapan Keputusan Presiden terkait Free Trade Zone (FTZ) menyeluruh di Batam, Bintan, dan Karimun.
“Kebijakan itu akan menjadi daya ungkit besar bagi ekonomi Kepri sekaligus memperkuat peran daerah ini sebagai beranda terdepan Indonesia,” tegasnya. (RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 31 Juli 2026: Batam, Karimun, Natuna dan Anambas Berpotensi Hujan Ringan

31 Juli 2026 - 00:01 WIB

Hendra Jaya Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Kota Tanjungpinang Periode 2026–2030

30 Juli 2026 - 14:12 WIB

PWI Kepri Konsolidasikan Program Strategis Bersama Pengurus Daerah

30 Juli 2026 - 06:38 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Kamis, 30 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

30 Juli 2026 - 00:01 WIB

Prakiraan Cuaca Kepri Rabu, 29 Juli 2026: Batam, Karimun, Lingga, Natuna dan Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan

29 Juli 2026 - 00:01 WIB

Trending di Kepulauan Riau