RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Koperasi dan UMKM terus mendorong transformasi koperasi menuju era digital dan profesionalisme kelembagaan. Upaya ini diwujudkan melalui program Business Asisten yang kini menjadi strategi utama dalam memperkuat Koperasi Merah Putih (KMP) di seluruh wilayah Kepri.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Kepri, Riki Rionaldi, menegaskan bahwa koperasi harus beradaptasi dengan perubahan zaman. “Kita ingin koperasi di Kepri tidak hanya bertahan, tetapi tumbuh sebagai lembaga ekonomi modern yang mampu bersaing di pasar digital,” ujarnya.
Program Business Asisten dirancang untuk memberikan pendampingan intensif kepada koperasi, mulai dari perencanaan bisnis, pengelolaan keuangan, hingga strategi pemasaran produk berbasis digital. Pendampingan dilakukan oleh tim ahli yang memiliki pengalaman di bidang bisnis dan manajemen koperasi.
Riki menjelaskan, pendekatan ini menjadikan Dinas Koperasi bukan hanya pembina administratif, tetapi juga mitra strategis bagi koperasi dalam membangun sistem usaha yang sehat dan berkelanjutan. “Kami hadir sebagai partner bisnis, bukan sekadar pemberi regulasi,” katanya.
Selain meningkatkan kapasitas pengurus koperasi, program Business Asisten juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah melibatkan akademisi, praktisi bisnis, serta lembaga keuangan dalam proses pendampingan agar hasil yang dicapai lebih komprehensif.
Menurut Riki, Koperasi Merah Putih (KMP) menjadi sasaran utama karena memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi berbasis masyarakat. Melalui semangat gotong royong dan kemandirian, koperasi ini diharapkan menjadi contoh nyata ekonomi kerakyatan yang berdaya saing.
“Banyak koperasi di tingkat desa dan kelurahan yang sebenarnya punya potensi besar. Tantangannya adalah bagaimana mereka bisa mengelola potensi itu dengan cara yang modern dan efisien,” jelasnya.
Dalam implementasinya, beberapa koperasi di Kepri telah dijadikan lokasi percontohan untuk penerapan awal program. Hasilnya, koperasi yang didampingi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengelolaan administrasi, produktivitas, dan keterbukaan laporan keuangan.
Riki menambahkan, digitalisasi menjadi aspek penting dalam pendampingan ini. Dinas Koperasi tengah menyiapkan platform digital yang memungkinkan koperasi melakukan pelaporan keuangan, promosi produk, hingga transaksi secara daring dan transparan.
Dengan sistem ini, koperasi tidak hanya mudah mengakses data dan laporan, tetapi juga dapat memperluas pasar hingga ke luar provinsi. “Kami ingin koperasi di Kepri bisa menjual produk lokalnya ke pasar nasional, bahkan internasional,” kata Riki.
Lebih jauh, program ini juga diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda koperasi yang melek digital. Dinas Koperasi membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa dan startup lokal untuk mengembangkan aplikasi pendukung koperasi digital.
“Anak muda punya energi dan ide segar. Jika mereka ikut terlibat, koperasi akan menjadi wadah yang relevan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Ke depan, pemerintah provinsi berencana menjadikan Business Asisten sebagai bagian dari strategi jangka panjang pengembangan ekonomi rakyat. Pendampingan ini akan diperluas ke seluruh kabupaten/kota di Kepri secara bertahap.
Riki optimistis, dengan sistem pendampingan yang terstruktur dan kolaboratif, koperasi di Kepri akan tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang mandiri, profesional, dan berdaya saing tinggi.
“Koperasi yang kuat adalah fondasi ekonomi yang tangguh. Ketika ekonomi rakyat bergerak, maka kesejahteraan masyarakat akan ikut meningkat,” tutupnya penuh keyakinan. (*)








