Menu

Mode Gelap
Upaya Pemkab Siak Menghadirkan Listrik ke Pelosok Mulai Berbuah Hasil BSP Turunkan Long Arm Bersihkan Kanal Ring 1 di Dosan, Banjir Berangsur Surut Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Pembukaan Rakernas XVII APKASI di Batam Sempena HPN, PWI Kepri Utus Tiga Anggotanya Ikuti Pelatihan Militer di Akmil Magelang Intelektualitas Tanpa Etika Cuaca Kepri Senin, 19 Januari 2026: Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah

Pekanbaru

Apresiasi APMI, Rektor Unilak Dorong Generasi Muda Jadi Penerus Industri Sawit Indonesia

badge-check


					Kegiatan Story Sawit Kreator Academy tema “Dari Kebun Sawit Kita Berkarya untuk Dunia, Kita Bicara”, di Gedung Pustaka Unilak. F: Ist Perbesar

Kegiatan Story Sawit Kreator Academy tema “Dari Kebun Sawit Kita Berkarya untuk Dunia, Kita Bicara”, di Gedung Pustaka Unilak. F: Ist

RiauKepri.com, PEKANBARU – Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak), Prof Dr Junaidi, mendorong generasi muda untuk menjadi penerus dalam memajukan industri sawit di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam kegiatan Story Sawit Kreator Academy yang mengusung tema “Dari Kebun Sawit Kita Berkarya untuk Dunia, Kita Bicara”, di Gedung Pustaka Unilak, Senin (17/11/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk membangun narasi positif terkait industri kelapa sawit yang selama ini kerap mendapat sorotan global. cara ini melibatkan Asosiasi Planter Muda Indonesia (APMI), organisasi mahasiswa penerima beasiswa sawit yang baru saja membentuk kepengurusan di Provinsi Riau. Seluruh anggota APMI dibekali pengetahuan dan pemahaman tentang industri sawit.

“Ini adalah anak-anak muda yang dididik dengan ilmu sawit. Harapannya, mereka kelak dapat memajukan industri ini. Jika generasi muda tidak dipersiapkan, bukan tidak mungkin sawit bisa terancam hilang, padahal potensi sawit di Riau dan Indonesia sangat besar,” ujar Junaidi.

Terkait iinformasi miring seputar kelapa sawit, Junaidi menegaskan bahwa hal tersebut sering terkait persaingan dagang internasional, terutama dengan negara-negara Eropa dan Amerika yang melakukan kampanye negatif dengan dalih kerusakan lingkungan.

“Kita punya produk, mereka punya produk. Ketika produk kita banyak masuk ke pasar mereka, tentu produk mereka tidak laku. Sesederhana itu,” tegasnya.

Menurut Prof Junaidi, Indonesia perlu aktif melakukan kampanye positif tentang sawit. Jika dikelola dengan benar, ditanam dengan teknik baik, dan menerapkan prinsip keberlanjutan, sawit tetap bisa menjadi komoditas ramah lingkungan.

Ia juga menyoroti tantangan baru, yakni menurunnya minat generasi muda, terutama Gen Z, terhadap sektor perkebunan. Melalui pelatihan dan pendidikan seperti yang dilakukan APMI dan Story Sawit Kreator Academy, ia berharap minat tersebut dapat tumbuh kembali.

Dalam kesempatan itu, Prof. Junaidi juga mengungkapkan apresiasinya terhadap Asosiasi Petani Muda Indonesia (APMI) yang dianggap sangat strategis dalam memperkuat gerakan positif tentang sawit di kalangan anak muda.

“APMI sangat strategis dan saya bangga dengan cara mereka mengelola organisasi ini,” jelasnya.

“Anak muda semakin berkurang minatnya terhadap perkebunan sawit. Dengan pendidikan dan pelatihan, mereka diharapkan menjadi penerus industri ini,” ujarnya.

Proif Junaidi menambahkan, banyak inovasi teknologi di bidang perkebunan lahir dari tangan-tangan anak muda, membuktikan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam masa depan industri kelapa sawit.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada APMI, yang dinilai strategis dalam memperkuat gerakan positif tentang sawit di kalangan anak muda.

“Kebun sawit adalah warisan yang perlu dirawat sekaligus dikembangkan oleh generasi muda agar terus memberi manfaat bagi masyarakat. Dari rasa syukur itu, harus lahir tanggung jawab untuk memperjuangkan sawit,” pungkas Junaidi.*

Di kesempatan itu juga dilakukan MoU dan MoA antara APMI dengan Rektor Unilak dan Dekan Fakultas Pertanian Dr Amalia. Kegiatan selama dua hari ini, peserta juga turut mengunjungi pekerbunan kelapa sawit yang ada di Riau, kemudian lomba video kreatif bertema sawit berhadiah jutaan rupiah, serta mengundang influencer. Turut hadir Apkasindo, Gapki, serta lima perguruan tinggi di Riau. (*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Hadramaut

17 Januari 2026 - 08:25 WIB

Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian

16 Januari 2026 - 06:12 WIB

Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

15 Januari 2026 - 18:43 WIB

‎Di Panggil Presiden Prabowo, Rektor Unilak Prof Junaidi hadir Bersama 1200 Rektor di Istana Presiden

15 Januari 2026 - 17:52 WIB

LAMR Terima Kunjungan Mahasiswa University Malaya, Perkuat Edukasi Budaya Melayu Serumpun

15 Januari 2026 - 07:10 WIB

Trending di Pekanbaru