Menu

Mode Gelap
Perjuangan Hamizan, Balita Siak dengan Kelainan Jantung, Dapat Dukungan Pemkab dan Yayasan Jantung Indonesia Dua Agenda Krusial SIWO di HPN 2026: SIWO Award 2025 dan Penentuan Porwanas 2027 Prakiraan Cuaca Kepri Jumat, 16 Januari 2026 – Umumnya Berawan dengan Potensi Hujan Lokal Imigrasi Pekanbaru Tegaskan Komitmen Peningkatan Kinerja dan Pelayanan Keimigrasian Dusun Tua Rimba Cempedak Belum Berlistrik, Bupati Siak Janji Perjuangkan Penerangan Audiensi ke LAMR, KSPSI Riau Ingin Jaga Citra Organisasi dan Marwah Melayu

Tanjungpinang

Stimulus Tiket Murah PELNI Sambut Nataru, MTI Kepri: Waspadai Penipuan

badge-check


					Bincang-binbang antara Ketua MTI Wilayah Kepri, Syaiful dengan Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana dan Kepala Operasional Pelni, Sitorus. (Foto: ist) Perbesar

Bincang-binbang antara Ketua MTI Wilayah Kepri, Syaiful dengan Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana dan Kepala Operasional Pelni, Sitorus. (Foto: ist)

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Pemerintah kembali menggelontorkan stimulus ekonomi sektor transportasi laut menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Kebijakan ini diharapkan mampu meringankan biaya perjalanan masyarakat yang diperkirakan meningkat pada periode libur panjang akhir tahun.

Stimulus berupa potongan harga tiket kapal ekonomi diumumkan oleh Kementerian Perhubungan RI dan mulai diberlakukan pada Jumat (21/11). Program ini langsung disambut antusias calon penumpang di berbagai daerah.

Kepala Cabang PELNI Tanjungpinang, Putra Kencana, mengapresiasi stimulus pemerintah yang dinilai meringankan beban biaya perjalanan masyarakat. Ia menyebut program ini rutin menjadi momentum peningkatan jumlah penumpang.

Namun, lonjakan kebutuhan perjalanan ini juga membawa tantangan tersendiri bagi masyarakat. Salah satunya adalah meningkatnya kasus penipuan tiket yang memanfaatkan kepadatan pemesanan menjelang Nataru.

“Kami tegaskan bahwa PELNI tidak pernah menjual tiket melalui akun pribadi, perorangan, atau transaksi lewat rekening individu. Semua tiket hanya tersedia melalui channel resmi yang telah ditetapkan,” ungkapnya ketika berbincang bersama Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepri, Syaiful, Sabtu (29/11).

Masyarakat diminta menghindari tawaran tiket murah yang beredar di media sosial. Apalagi jika diminta melakukan transfer antar-rekening pribadi. Putra menegaskan bahwa seluruh transaksi resmi tercatat dan terintegrasi dalam sistem PELNI.

Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Kepri, Syaiful, mengungkapkan pihaknya menerima laporan terbaru terkait penipuan pembelian tiket kapal PELNI. Korban diketahui membeli tiket dari akun media sosial yang mengaku sebagai agen resmi.

Setelah ditelusuri, tiket yang dibeli korban ternyata tidak terdaftar dalam sistem PELNI. Pembayaran juga dilakukan melalui rekening pribadi, bukan rekening perusahaan atau bank yang ditunjuk.

“MTI Kepri menegaskan bahwa kasus semacam ini kembali menjadi alarm bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati. Di tengah upaya pemerintah memberi keringanan biaya, masyarakat justru rentan dirugikan bila tidak cermat,” ujarnya.

MTI Kepri juga mengimbau warga memanfaatkan saluran resmi pembelian tiket, termasuk situs pelni.co.id, aplikasi PELNI Mobile, minimarket, agen perjalanan resmi, aplikasi perbankan, dan contact center PELNI.

Dengan kombinasi stimulus dari pemerintah dan kewaspadaan masyarakat, diharapkan periode libur Nataru 2025–2026 dapat berlangsung aman, nyaman, serta menjangkau lebih banyak penumpang tanpa ancaman penipuan.

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau PELNI menjadi operator utama yang ditugaskan menyalurkan program diskon tersebut. Potongan harga mulai berlaku untuk keberangkatan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.

PELNI memastikan seluruh perjalanan kapal kelas ekonomi yang beroperasi pada periode tersebut mendapatkan tarif diskon 20 persen dari harga dasar. Diskon diberikan sebelum memasukkan biaya asuransi dan pas pelabuhan.

Dengan anggaran yang telah disiapkan pemerintah, stimulus ini ditargetkan dapat dinikmati oleh 405.881 penumpang. Tarif akan kembali normal setelah kuota tiket bersubsidi habis terjual.

Untuk memudahkan masyarakat, kebijakan diskon diberlakukan di seluruh saluran pembelian tiket resmi PELNI. Mulai dari aplikasi PELNI Mobile, website, contact center 162, hingga jaringan ritel dan aplikasi payment partner.

Jaringan pembayaran juga diperluas bekerja sama dengan sejumlah bank dan platform digital seperti BTN, Mandiri, BNI, BRIVA, Permata Bank, Finpay, Fastpay, hingga minimarket. PELNI menyebut sistem pembayaran digital semakin mempermudah transaksi pada musim puncak perjalanan.

PELNI sebagai BUMN transportasi laut saat ini mengoperasikan 25 kapal penumpang dengan 511 ruas perjalanan yang melintasi 74 pelabuhan. Armada ini menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat antarwilayah, terutama di daerah kepulauan.

Selain kapal penumpang, PELNI juga mengoperasikan 30 trayek kapal perintis yang melayani wilayah terluar, terpencil, dan perbatasan (3TP). Kapal perintis ini menyinggahi 230 pelabuhan dengan total 522 ruas perjalanan.

Layanan logistik dan transportasi ternak juga tetap dioperasikan melalui delapan trayek tol laut serta satu trayek kapal ternak. PELNI menyatakan penguatan logistik penting untuk menjaga stabilitas harga saat Nataru.

“Khusus dari Pelabuhan Kijang, tren lonjakan penumpang diprediksi mulai terlihat sejak dimulainya libur sekolah dan cuti bersama. Penumpang menuju Anambas dan Kepulauan Natuna diperkirakan mencapai 1.300 orang per trip,” tutup Putra Kencana.(RK9)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HPN 2026 Jadi Momentum Penguatan Peran Pers di Tanjungpinang

15 Januari 2026 - 16:53 WIB

Domino Jadi Jembatan Kebersamaan, Wali Kota Tanjungpinang Bangun Kedekatan dengan Warga

14 Januari 2026 - 17:25 WIB

DPRD Tanjungpinang Juara Turnamen Minisoccer Piala Ketua DPRD Kepri 2026

10 Januari 2026 - 19:08 WIB

PWI Tanjungpinang Matangkan Persiapan HPN 2026 Bersama DPRD

7 Januari 2026 - 11:25 WIB

Kejari Tanjungpinang Buka Proses Hukum Pasar Puan Ramah, Tegaskan Penyidikan Berjalan dan Terbuka pada Partisipasi Publik

7 Januari 2026 - 11:20 WIB

Trending di Tanjungpinang