RiauKepri.com, KAMPAR – Perjalanan dua kakak beradik menuju masa depan mereka terhenti tragis di Jalan Lintas Bangkinang–Pekanbaru, KM 40 Desa Koto Perambahan, Kecamatan Kampa, Kabupaten Kampar, Minggu (11/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Delmarc Naurah Azzimah (18) dan Charina Naurah Putri (20), mahasiswi Universitas Riau asal Payakumbuh, Sumatera Barat, meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas saat mengendarai sepeda motor.
Kapolsek Tambang AKP Aulia Rahman mengatakan, kecelakaan terjadi ketika kedua korban yang mengendarai sepeda motor Honda Vario BA 3061 MZ berusaha mendahului truk Hino AG 8067 UR yang dikemudikan Yon Kesmedi (51), warga Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Saat itu Delmarc mengemudi dengan Charina dibonceng, bergerak dari arah Bangkinang menuju Pekanbaru.
“Diduga kurang hati-hati saat mendahului, sepeda motor menyenggol bagian kanan truk. Korban terjatuh dan terlindas ban belakang truk. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujar AKP Aulia, Senin (12/1/2026).
Ia menjelaskan, laju kendaraan korban cukup tinggi ketika hendak menyalip truk. Benturan tersebut menyebabkan kedua remaja itu tidak sempat menyelamatkan diri. Peristiwa ini seketika mengundang perhatian pengguna jalan lain dan warga sekitar.
Informasi kecelakaan tersebut segera ditindaklanjuti oleh Unit Laka Polsek Tambang dan Satlantas Polres Kampar yang langsung mendatangi lokasi kejadian. Jenazah kedua korban kemudian dibawa ke RSUD Bangkinang untuk penanganan lebih lanjut.
“Setelah itu kami melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan barang bukti kendaraan,” tambah Aulia.
Kematian dua kakak beradik yang sama-sama tengah menempuh pendidikan tinggi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan kampus. Dalam satu peristiwa, orang tua kehilangan dua putri sekaligus, sementara dunia pendidikan kehilangan dua generasi muda yang sedang menata masa depan.
AKP Aulia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam berkendara, terutama saat hendak mendahului kendaraan lain.
“Pastikan kondisi jalan aman dan jarak cukup, karena sedikit kelalaian bisa berakibat fatal,” tegasnya. (RK1/*)








