Menu

Mode Gelap
Prakiraan BMKG Jumat: Tanjungpinang hingga Natuna Didominasi Berawan dan Hujan Ringan Dari Sembako hingga Tabungan: BRK Syariah Buka Akses Keuangan bagi Disabilitas Pemkab Siak Bayar THR ASN 100%, TPP Disesuaikan Kemampuan APBD PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax Polda Kepri Gelar Bazar Berkah Ramadhan dan Buka Puasa Bersama, Pererat Silaturahmi di HUT ke-21 Air Kaleng: Gelembung Nostalgia dan Simbol Marwah

Nasional

Usia 90 Tahun, Wapres ke-6 Try Sutrisno Wafat

badge-check


					Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. (Foto: Net) Perbesar

Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno. (Foto: Net)

RiauKepri.com, JAKARTA — Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia ke-6 pada era Presiden Soeharto, meninggal dunia pada 2 Maret 2026 di usia 90 tahun di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta. Kabar wafatnya dikonfirmasi oleh Menteri Sekretaris Negara dan memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan.

Dalam perjalanan kariernya, Try bukan hanya dikenal sebagai wakil kepala negara, tetapi juga sebagai tokoh militer berpengaruh. Sebelum diangkat sebagai Wapres pada 1993, ia menjabat sebagai Panglima TNI dan pernah menjadi Kepala Staf TNI AD, menandai kiprah panjangnya di jajaran militer Indonesia.

Namun, jejak Try dalam sejarah militer juga mengundang diskusi luas, salah satunya terkait insiden Tanjung Priok 1984. Peristiwa ini masih diperdebatkan dalam catatan sejarah nasional karena keterlibatan aparat keamanan saat itu.

Analisis sejarah menyebut Try sebagai salah satu pemimpin militer di masa itu, sehingga diskursus tentang peristiwa tersebut turut terseret dalam refleksi publik menyikapi wafatnya.

Selama masa jabatannya di kabinet Soeharto (1993–1998), Try dikenal sebagai figur yang banyak berinteraksi dengan berbagai unsur pemerintahan dan panglima militer lainnya. Peran ini juga menjadi bagian dari dinamika politik di masa akhir Orde Baru, yang masih dikaji oleh sejarawan dan pengamat politik.

Kini, dengan berpulangnya Try Sutrisno, banyak pihak menilai saat yang tepat untuk melihat kembali kontribusi dan kontroversi yang menyertai era kariernya sebagai bagian dari narasi sejarah Indonesia modern, baik di kancah militer maupun pemerintahan sipil. (RK6/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PT TIMAH Gandeng Kantor Pelayanan Pajak Pratama, Sosialiasi Pengisian SPT Tahunan Melalui Coretax

12 Maret 2026 - 15:47 WIB

PT TIMAH Raih Penghargaan TOP Digital Corporate Brand Award 2026

10 Maret 2026 - 20:51 WIB

LAMR Minta Menteri Kehutanan Batalkan Rencana Relokasi Warga TNTN di Tanah Adat Cerenti

10 Maret 2026 - 19:21 WIB

MTI Dorong Sinkronisasi Kebijakan Transportasi untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

10 Maret 2026 - 13:03 WIB

Perintah Siaga 1 Panglima TNI Dinilai Tak Sejalan Konstitusi

10 Maret 2026 - 10:24 WIB

Trending di Nasional