Tradisi “babidal” punya sejarah panjang dalam tradis adat di Kenegerian Sentajo, Kuantan Singingi, Riau. Sempat lama vakum, tradisi babidal kembali dihidupkan awal tahun 2022.
Tradisi ini sama dengan “Palang Pintu” kalau kampung “si Doel” Betawi. Namun tradisi “babidal” di Sentajo lebih menarik dibanding “Palang Pintu” di Betawi.
Adalah Sukardiman (Ukar) H. Asbar (Sabar), Yulisaman (Ulit) Alam, Mister Lubis, Isup, Yoes Camat, Cibat, Misman, Ismeth dan lainnya yang membangkitkan kembali “batang teredam” ini ke permukaan.
Mereka membentuk “kalupuak” atau kelompok kecil untuk menciptakan generasi penerus pelestari adat di. masing-masing suku yang terdapat di Kenegerian Sentajo. Yakni suku Melayu, Paliang, Patopang, dan Caniago.
Secara rutin mereka latihan sekali seminggu setiap Sabtu Pukul 20.00 WIB sampai selesai di Rumah Godang Paliang Ujung Tanjung. Mentornya adalah Ukar, Ulit, dan Sabar.
Berbagai nasehat dan petatih-petitih seni berbahasa dalam berkomunikasi yang mengandung makna kias mereka pelajari bersama. Misalnya tentang adat bertunangan, sembah nasi, sunat rasul, doa surang malin, dan sebagainnya.
Adalah Ismet tokoh muda kelahiran Koto Sentajo salah seorang penggiat tradisi babidal Sentajo. Bersama senior, putra kedua dari empat bersaudara pasangan Mawardi dan Masdariati tekun mempelajari tradisi babidal ini.
Pria kelahiran Kampung Baru Sentajo pada 16 Januari 1980 mengakui sudah senang mendengarkan ninik dan mamaknya babidal sejak tahun 1986.
Dari kesenangan itu, Ismet sudah bisa menjadi generasi penerus niniak mamak Suku Paliang Lowe dalam babidal. Bahkan, di mana anak keponakannya melaksanakan “helat” Ismet sudah bisa mewakili seniornya babidal.
“Ala bisa karena terbiasa,” katanya tersenyum
Kini menjalani kehidupan supir. Ismet kini punya dua unit dumtruck dan 300 pengangkut material. Dia juga salah satu pendiri komunitas Truk Kuansing Community (TKC).
Di komunitas tersebut sejak 2022 Ismet didapuk sebagai sekretaris mendampingi Punjin sebagai Ketua dan Uke (Wakil Ketua). Komintas ini tetap solid menjaga kekompakan dalam rangka bekerja bersama mencari rezeki untuk anak istri.
Mau tau babidal “ala” Sentajo?
Yuk kita dengari Ismeth – tokoh muda yang juga salah satu Kepala Dusun di Desa Koto Sentajo sedang babidal.
Sungguh menarik.
*) Penulis: Sahabat Jang Itam











