Menu

Mode Gelap
Prakiraan Cuaca Kepri Selasa, 28 Juli 2026: Tanjungpinang hingga Anambas Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Polres Bengkalis Musnahkan Narkotika Jenis Sabu Seberat 8.231,15 Gram dan Pil Ekstasi Sebanyak 5.005 Butir Pemerintah dan Masyarakat Pulau Jemaja Sepakati Tata Kelola Panen Buah Kepayang Berkelanjutan Ketua Kelompok Tani Bukit Padi Apresiasi Rehabilitasi Irigasi, Harap Proyek Dilanjutkan hingga Kampung Pasiran LAMR: Ketahanan Energi Harus Berbasis Kebudayaan ‎Mahasiswa Sastra Indonesia UNILAK Juara 1 Lomba Melukis PEKSIMIDA Riau

Riau

Puluhan Pelajar di Inhil Diduga Keracunan Makanan Gratis, SPPG Minta Maaf

badge-check

SPPG Kembang saat menjenguk korban keracunan. Perbesar

SPPG Kembang saat menjenguk korban keracunan.

RiauKepri.com, INHIL- Sebanyak 27 pelajar di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, dilaporkan mengalami dugaan keracunan makanan pada Sabtu siang (23/8/2025). Seluruh korban telah dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan medis.

Direktur RSUD Puri Husada, Rahmad Susanto, menyampaikan bahwa para korban berasal dari beberapa sekolah di Tembilahan, yaitu SD 032 sebanyak 18 orang, SD 008 lima orang, SD Muhammadiyah satu orang, SMA Negeri 1 satu orang, TK Faturrahman satu orang, serta satu orang lainnya merupakan anggota keluarga petugas program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Alhamdulillah, kondisi pasien sudah mulai membaik. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera dipulangkan,” ujar Rahmad.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kembang bersama Yayasan Kawah Insan Cendikia langsung menjenguk para korban, didampingi aparat Polres dan Kodim setempat.

Penanggung Jawab Dapur SPPG Kembang, Nurmila, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pihak yang terdampak dan menyatakan pihaknya menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab pasti insiden tersebut.

“Kami belum bisa menyimpulkan bahan apa yang menyebabkan dugaan keracunan sebelum ada hasil laboratorium,” kata Nurmila.

Ia menegaskan bahwa proses produksi makanan dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dengan pengawasan ketat selama 24 jam. Dapur SPPG Kembang memproduksi sekitar 2.200 porsi makanan setiap hari untuk sembilan sekolah.

Sementara itu, Ketua Yayasan Kawah Insan Cendikia sekaligus mitra Badan Gizi Nasional (BGN), Muhammad Guntur, menyatakan bahwa pihaknya bertanggung jawab penuh atas seluruh biaya perawatan korban.

“Kami pastikan seluruh biaya perawatan yang terdampak ditanggung sampai sembuh,” tegas Guntur.

Pihak terkait menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang. (RK5/*)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sayang Bini

26 Juli 2026 - 09:55 WIB

Siak Masuk Daftar Daerah Terbaik untuk Investasi Versi Fortune Indonesia

26 Juli 2026 - 07:37 WIB

Kelemahan Melayu

25 Juli 2026 - 06:32 WIB

Bupati Afni dan Menkeu Purbaya Bertemu, Suasana Reuni Warnai Silaturahmi

24 Juli 2026 - 22:34 WIB

Dukung Program Unggulan Kapolda Riau, Ditpolairud dan Polres Rohil Gelar Aksi ‘JALUR’ di Panipahan

24 Juli 2026 - 21:36 WIB

Trending di Riau