Oleh
Hasrul Sani Siregar, MA
Alumni Hubungan Antarabangsa, IKMAS, UKM, Bangi Selangor Malaysia/
Widyaiswara di BPSDM Provinsi Riau
Tercatat dalam sejarah, Vietnam merupakan salah satu anggota ASEAN yang turut tercatat sebagai negara yang mendapat kecaman ASEAN dan dunia internasional, ketika negara tersebut menginvasi Kamboja dalam memerahi Khmer Merah pimpinan Pol Pot. Vietnam menginvasi Komboja pada 7 Januari 1979 dengan dalih mengusir Khmer Merah dan pada tanggal tersebut pula, Phnom Penh, ibu kota Kamboja, jatuh ke tangan Vietnam. Negara-negara ASEAN dan dunia internasional mengutuk keras invasi Vietnam ke negara Kamboja, dengan dalih apapun. Lebih kurang 100.000 tentara Vietnam memasuki Kamboja dengan tujuan memerangi Khmer Merah (Khmer Rouge). Akibat perang saudara dan invasi Vietnam tersebut, Kamboja mengalami kemerosotan, tidak saja politik dan ekonomi juga infrastruktur. Lebih kurang 1 juta orang rakyat Kamboja meninggal dunia akibat tindakan dari Khmer Merah tersebut. Pembantaian rakyat Kamboja oleh Khmer Merah tersebut telah mengundang campur tangan Vietnam ke negara tersebut. Vietnam berdalih, Pemerintahan Demokratik Kamboja yang dikuasai oleh Khmer Merah telah melanggar kedaulatan Vietnam dengan memasuki wilayahnya.
Bergabung dalam kerjasama regional ASEAN pada tanggal 28 Juli 1995. Lebih kurang 28 tahun Vietnam bersama ASEAN. Peran Vietnam sangat strategis dalam mewujudkan stabilitas khususnya di kawasan Asia Tenggara. Peran Vietnam dalam ASEAN yang pernah mengalami pasang surut. Vietnam pernah ikut dalam pusaran konflik di negara tetangganya yaitu Kamboja. Keikutsertaan Vietnam dalam ASEAN dapat memberi kekuatan bagi ASEAN sendiri dalam menggalang kekuatan bagi mewujudkan kestabilan politik dan keamanan ASEAN. Sebagai Negara-negara dalam kelompok negara-negara ”Indochina”, Vietnam dapat berperan dalam upaya penyelesaian masalah di Laut China Selatan (LCS), Selain Vietnam, Kamboja dan Laos dikenal juga sebagai negara-negara ”Indochina”. Sebagai mana diketahui bahwa negara-negara “Indocina” tersebut merupakan negara-negara bekas jajahan Prancis.
Deklarasi Bangkok awal mulanya bertujuan menyatukan negara-negara anggota ASEAN melalui usaha bersama dalam memajukan kerjasama ekonomi dan kesejahteraan bagi masyarakat dan bangsa-bangsa di kawasan Asia Tenggara. Sebagai salah satu negara pendiri ASEAN (founding countries), Indonesia masih dianggap oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara lainnya memiliki pengaruh dalam menyatukan Negara-negara ASEAN serta dalam hal menjaga stabilitas ekonomi dan politik kawasan regional ASEAN dari pengaruh luar.
Hal yang demikian merupakan kontribusi yang positif bagi komunitas ASEAN dalam mewujudkan ASEAN sebagai “Eleven Nations, One Community”. Oleh sebab itu, ASEAN sebagai organisasi kawasan akan semakin besar lagi, tidak hanya dalam menyelesaikan masalah-masalah diantara negara-negara anggota ASEAN sendiri, juga ASEAN dituntut untuk dapat memberikan kontribusinya dalam menyelesaikan masalah-masalah di luar kawasan ASEAN seperti konflik internasional seperti halnya dalam konflik Ukraina dan Rusia serta Iran dan Amerika Serikat-Israel. Tentu juga menyelesaikan konflik di Laut China Selatan (LCS) yang melibatkan beberapa negara anggota ASEAN dengan China.
Sebagai suatu wahana utama dalam mewujudkan tujuan ASEAN yaitu menciptakan stabilitas dan keamanan regional maka forum regional ASEAN ini memiliki dua tujuan utama diantaranya; pertama, mengembangkan dialog dan konsultasi konstruktif mengenai isu-isu politik dan keamanan yang menjadi kepentingan dan perhatian bersama negara-negara yang tergabung dalam forum regional ASEAN tersebut. Kedua; memberikan konstribusi positif dalam berbagai upaya untuk mewujudkan dan membangun rasa saling percaya (confidence building), diplomasi pencegahan (preventive diplomacy) dan resolusi konflik (conflict resolution) di kawasan Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Oleh sebab itu, kontribusi dalam mewujudkan ASEAN yang kondusif tersebut, peran Vietnam sebagai salah anggota ASEAN sangat diharapkan dalam mewujudkan Visi ASEAN tahun 2045. Jika kedua tujuan utama forum regional ASEAN tersebut dilaksanakan, isu-isu yang menyangkut tentang stabilitas dan keamanan di kawasan Asia Tenggara dan kawasan internasional dapat diselesaikan dengan cara-cara damai dan penyelesaiannya melalui meja perundingan.
Seri kesembilan menuju ASEAN Community Vision 2045








