Menu

Mode Gelap
Ustadz Darmawansyah Putra : Hablum Minannas Harus Dibangun Sejak Usia Dini Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya Polisi Ungkap Sindikat Curanmor Batam, Motor Korban Mulai Dikembalikan ke Pemilik Dentuman Meriam Buluh Meriahkan Ramadan di Siak, Puluhan Peserta Ramaikan Lomba 18 KUB Desa Gemuruh Dapat Bantuan Sembako Dari PT Timbak TBK Jelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, Lurah Bersama RT RW Pasang Lampu Elektrik dan Pelite di Sepanjang Jalan

Tanjungpinang

Peringati Harkitnas ke-117, Walikota Lis Momentum untuk Hadapi Tantangan Zaman

badge-check


					Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 yang disejalankan dengan Hari Kesadaran Nasional, Selasa (20/5), di halaman kantor Wali Kota. F: Diskominfo Perbesar

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, memimpin upacara peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117 yang disejalankan dengan Hari Kesadaran Nasional, Selasa (20/5), di halaman kantor Wali Kota. F: Diskominfo

RiauKepri.com, TANJUNGPINANG – Dalam rangka memperingati Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 sejalan dengan Hari Kesadaran Nasional Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah bertindak inspektur upacara. Kegiatan  dilaksanakan di halaman kantor Walikota Senggarang, Selasa (20/5/2025)

Upacara diikuti Wakil Wali Kota Raja Ariza, Sekretaris Daerah Zulhidayat, para asisten, staf ahli, kepala OPD, serta ASN dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Lis membacakan sambutan Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Viada Hafid. Ia mengingatkan bahwa peringatan ke-117 ini bukan sekadar mengenang tanggal, melainkan momentum untuk menghidupkan kembali semangat persatuan dan kemandirian bangsa.

“117 tahun lalu, di tengah keterbatasan dan tekanan kolonialisme, lahir kesadaran baru yang membakar semangat perubahan. Melalui Budi Utomo, bangsa ini belajar berdiri di atas kakinya sendiri,” ujar Lis saat membacakan sambutan.

Menurutnya, kebangkitan nasional adalah proses yang terus berjalan dan menuntut keberanian menghadapi tantangan zaman.

“Kita tidak boleh larut dalam romantisme masa lalu. Kini kita dihadapkan pada disrupsi teknologi, ketegangan geopolitik, krisis pangan global, hingga ancaman kedaulatan digital,” tambahnya.

Lis menuturkan, Indonesia tak hanya menjadi penonton di era globalisasi. Prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang diwariskan pendiri bangsa menjadi jangkar menjaga keseimbangan antara keterbukaan dan kemandirian.

“Indonesia memilih menjadi mitra tepercaya, bebas menentukan kepentingan nasional, serta aktif membangun dialog produktif,” tegasnya.

Kebangkitan nasional, kata Lis, juga tercermin dalam langkah-langkah konkret pemerintah di berbagai sektor. Dalam 150 hari pertama Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming, berbagai program prioritas telah dijalankan untuk menjawab kebutuhan rakyat secara langsung.

Melalui Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 3,5 juta anak kini mendapat akses makanan sehat. Di bidang kesehatan, lebih dari 777 ribu warga telah merasakan manfaat layanan pemeriksaan gratis. Layanan ini bahkan bisa diakses secara digital, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Di sektor ekonomi, pembentukan Danantara Investment Agency menjadi komitmen nyata untuk mengelola kekayaan nasional demi pemerataan kesejahteraan. Sementara dalam pengembangan SDM, pemerintah mempercepat pendirian pusat-pusat pelatihan vokasi serta mendorong penguatan talenta digital.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, AI Centre of Excellence di Papua akan segera diresmikan, hasil kolaborasi Pemerintah dan industri untuk membangun kesiapan tenaga kerja lokal menghadapi transformasi digital.

Pada saat yang sama, Pemerintah memperkuat pelindungan sosial di ruang digital melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola dan Pelindungan Anak di Ruang Digital (PP TUNAS), sebagai langkah konkret memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam ekosistem digital yang aman, sehat, dan beretika.

Lis menyebut, seluruh langkah tersebut mengarah pada satu tujuan utama, yakni membangun masa depan yang benar-benar berpihak pada rakyat.

“Dalam semangat kebangkitan ini, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai arah utama pembangunan, delapan misi besar demi perubahan yang nyata dan merata,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Lis mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebangkitan dengan keteguhan akar pohon: perlahan namun kokoh menopang kehidupan.

“Kebangkitan sejati tumbuh dari nilai-nilai kemanusiaan, dan berbuah pada keadilan serta kesejahteraan yang bisa dirasakan bersama,” pungkasnya.

Usai upacara, Wali Kota Lis bersama Wakil Wali Kota Raja Ariza menyerahkan piagam penghargaan purna tugas, bantuan tali asih Korpri, manfaat jaminan hari tua, serta cinderamata kepada 14 pegawai yang memasuki batas usia pensiun TMT 1 Juni 2025 di lingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.  (RK9/*)

 

Editor: Dana Asmara

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program SEHATI 2026 Bantu UMKM Kepri Urus Sertifikasi Halal, Pedagang Kuliner Tanjungpinang Rasakan Manfaatnya

15 Maret 2026 - 14:03 WIB

Gelar Buka Puasa Bersama Pengurus PPAD Kepri Bersama Panti Asuhan AL Ibris dan Serahkan Bantuan Sembako

13 Maret 2026 - 21:14 WIB

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Ansar-Nyanyang, Perkuat Sinergi Pusat & Daerah, Perkokoh Fondasi Kepri Maju, Makmur dan Merata

13 Maret 2026 - 19:36 WIB

Manager Lava Cheese Akui Angka Pembulatan Sudah Terprogram di Sistem

11 Maret 2026 - 17:07 WIB

BPSK Tanjungpinang Tegaskan Pembulatan Sepihak Langgar Aturan

11 Maret 2026 - 13:16 WIB

Trending di Tanjungpinang